Inspektur Stuart Trevallion menjadi salah seorang petugas polisi yang memberi kesempatan warga untuk bertemu.
Dia pagi itu berada di sebuah cafe di Waterloo, hanya beberapa kilometer dari pusat kota Sydney.
"Jadi Anda suka donat?" tanya saya ketika tiba, separuh memang ingin tahu, separuh lagi hanya untuk mencairkan suasana.
Saya merasa pertanyaan itu merupakan salah satu pertanyaan konyol yang pernah didengar Inspector Trevallion selama karirnya 20 tahun terakhir di Kepolisian NSW.
Dengan roti pisang di mejanya disertai secangkir kopi, saya bisa melihat bahwa dia mungkin tidak suka dengan donut.
Saksikan Ngopi dengan polisi Vimeo: Hawthorne PoliceMaksud dari kegiatan ini adalah mendekatkan polisi dengan masyarakat. Jadi siapa saja boleh datang, entah sekadar ingin bertemu dan ngopi dengan polisi, atau mungkin juga mendiskusikan soal denda parkir yang baru diterima atau hal lain.
Tidak lama setelah kedatangan saya, warga masyarakat lainnya juga mulai hadir.
Seorang ibu membawa anaknya yang masih kecil, duduk dengan seorang polisi dua meja di belakang meja Inspektur Trevallion dan saya.
Anak itu tampak senang bisa memegang topi polisi.
Menurut Inspektur Trevallion, bila pun anak tersebut tidak akan ingat lagi nantinya mengenai hari ini, acara ngopi ini merupakan hal bagus untuk membangun kepercayaan masyarakat.
"Penting sekali kami melakukan hal tersebut, karena kami tidak bisa menjadi orang asing dengan orang yang kami layani," katanya.
Pada awalnya inisiatif ini dilakukan oleh Kantor Polisi Hawthorne di California (Amerika Serikat) di tahun 2011, Coffee With A Cop dimaksudkan untuk meruntuhkan adanya batasan antara petugas polisi dan masyarakat.
Kepolisian Lokal Wilayah Fairfield di Sydney Barat mulai mengadakan acara ini lima tahun lalu, sebagai cara utuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Hasilnya dianggap berhasil dan sekarang acara ini dilakukan di seluruh negara bagian NSW.
(ABC: Lisa Clarke)
Membangun hubungan yang baik dengan komunitas lokal sangat penting bagi Inspektur Trevallion dan rekan-rekannya. Karena menurutnya, ini akan membantu masyarakat merasa lebih enak melapor ke polisi atas masalah yang mereka hadapi.
"Penting sekali masyarakat tahu kami mudah dihubungi, penting sekali kami berada di masyarakat secara teratur," katanya.
Sebagai petugas layanan masyarakat di kawasan Redfern, Inspektur Trevallion menangani berbagai masalah, mulai dari kesehatan mental sampai ke masalah yang dihadapi di permukiman padat, dengan bekerjasama dengan kota praja setempat dan rumahsakit.
"Semua kelompok yang berkepentingan bagi adanya masyarakat yang harmoni, semua masuk wilayah yang harus saya tangani," kata Inspektur Trevallion.
"Dalam pandangan saya, semakin kita sering turun ke bawah, berbicara dengan mereka, atau mereka datang ke sini ngopi dengan kita, semakin baik karena kita mengetahui apa yang terjadi," tambahnya. (nwk/nwk)











































