Harga sapi Australia yang akan diekspor ke Indonesia mencapai rekor AUD 3,40 per kg di pasaran Darwin, seiring dengan kian ketatnya pasokan sapi untuk memenuhi kuota impor dari Indonesia sebesar 200 ribu ekor hingga Desember 2015.
Sebagai perbandingan, untuk periode yang sama tahun 2014 lalu, harga sapi ekspor berkisar AUD 2,45 per kg di pasaran Darwin.
Peningkatan tajam harga sapi ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, di saat kalangan eksportir berusaha untuk mencari pasokan sapi guna memenuhi permintaan dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak terkait menjelaskan kepada wartawan ABC Matt Brann bahwa kenaikan harga sebesar AUD 20 sen per kg terjadi pekan lalu dan umumnya harga sekarang berada pada kisaran AUD 3,30 per kg.
Namun, setidaknya satu eksportir mengatakan kepada ABC bahwa pihaknya membayar AUD 3,40 per kg.
Tracey Hayes dari Asosiasi Peternak Northern Territory (NTCA) mengatakan hal ini merupakan kabar baik bagi para pemilik sapi.
"Benar, kami mendapat laporan bahwa harganya ada yang mencapai AUD 3,40 per kg di Darwin, dan ini agak fenomenal," katanya.
"Saya tidak bisa pastikan sampai kapan harganya seperti itu. Namun ini merupakan indikasi bahwa para eksportir menghadapi tantangan untuk memenuhi jumlah permintaan untuk kuartal keempat," jelas Hayes.
Dia berada di Jakarta pekan lalu dan bertemu dengan kalangan importir Indonesia serta kalangan peternakan sapi dan pedagang daging di sejumlah pasar.
"Dari laporan mereka terlihat adanya tekanan dari sisi suplai, dan mereka berusaha keras menemukan efisiensi untuk bisa mendapatkan margin keuntungan," kata Hayes.
"Salah satu faktor yang sedikit membantu adalah terjadinya penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga hal itu bisa membantu meskipun ada kenaikan harga," tambahnya.
(nwk/nwk)









































