Great Barrier Reef dalam Bahaya Kehancuran

Great Barrier Reef dalam Bahaya Kehancuran

- detikNews
Rabu, 18 Jun 2014 19:46 WIB
Jakarta -

Badan PBB, UNESCO, menurut rencana akan memutuskan apakah kawasan terumbu karang Great Barrier Reef (GBR) masuk dalam daftar keadaan 'bahaya'. Di bulan Mei 2014 UNESCO menunjukkan kekhawatirannya terhadap keputusan Australia untuk membuang limbah kerukan tanah dekat karang tersebut.

UNESCO merekomendasi Komite Warisan Dunia agar pertimbangkan untuk menambahkan GBR ke dalam daftar Bahaya Warisan Dunia pada tahun 2015, kecuali Pemerintah Negara Bagian Queensland di Australia bisa melindunginya lebih lanjut.

Komisi itu akan melangsungkan pertemuan minggu ini di Doha untuk mempertimbangkan rekomendasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komis dapat memilih untuk mendaftarkan GBR sebagai "dalam bahaya", atau memberikan Australia kesempatan sampai tahun 2015 untuk menunjukkan keadaan lingkungan di GBR membaik.

Menteri Lingkungan Hidup Negara Bagian Queensland, Andrew Powell, berada di Doha dalam upaya meyakinkan UNESCO bahwa GBR tidak dalam keadaan bahaya.

"Saya sangat yakin bahwa tidak akan ada keputusan pada sesi ini," katanya. "Kami sudah memenuhi hampir segala sesuatu yang diminta ; UNESCO, dan sampai tahun depan kami akan memenuhi semuanya."

The World Wildlife Fund (WWF) telah menyerahkan kepada direktur jenderal komisi itu lebih dari 200.000 tanda tangan yang mengutuk pembangunan di dekat GBR tersebut.

Sebelumnya minggu ini Andrew Powell mengatakan kepada ABC bahwa kekhawatiran nyata bagi GBR itu bukan dari pengerukan atau pembangunan pelabuhan, tetapi dari badai, siklon dan berkurangnya nutrisi.

Sebuah laporan yang dirilis Pemerintah Queensland awal Juni 2014 ini menunjukkan peningkatan kualitas air, dengan praktek-praktek pengelolaan lahan yang mengakibatkan penurunan 28 persen dalam mengalirnya pestisida.

Laporan itu juga menunjukkan penurunan sedimen, faktor yang banyak berhubungan dengan salah satu ancaman terbesar terhadap ikan crown-of-thorns starfish terumbu karang.

Laporan itu juga menunjukkan aliran pestisida ke dalam GBR telah berkurang dengan 28 persen sejak tahun 2008.

Namun, Josh Coates dari Pusat Lingkungan Hidup Cairns dan Wilayah Utara mengatakan, keuntungan yang digariskan dalam laporan Pemerintah Negara Bagian tersebut telah terpengaruh dengan "permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya" usulan pengerukan di sepanjang pantai Queensland.

"Hal itu benar-benar akan melepas lebih banyak sedimen dan nutrisi ke dalam air, berdampak pada karang dan lingkungan pantai daripada apa yang dihindari dengan pekerjaan besar yang dilakukan petani kita," katanya.

(nwk/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads