Rektor Universitas Tamania, Australia, Peter Rathjen, mengisyaratkan pengurangan karyawan sebagai akibat dari pemotongan anggaran sebesar 23 juta dolar.
Pengurangan dana untuk empat tahun ke depan itu merupakan bagian dari perombakan nasional atas pendidikan tinggi.
Peter Rathjen mengatakan Partai Buruh yang kini beroposisi berjanji akan menentang perubahan itu, tapi diragukan apakah mereka mampu mencegah pemotongan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jelas yang harus dipangkas terutama adalah dana untuk gaji, maka akhirnya sejumlah karyawan harus di-PHK-kan," katanya. "Tapi kami harus melakukan itu dengan respek, terhadap seluruh angkatan kerja universitas."
Rincian pemotongan itu diumumkan setelah Senator Lee Rhiannon meminta rincian prediksi dampak pemotongan yang diusulkan terhadap dana pendidikan tinggi yang diumumkan oleh pemerintah Buruh terdahulu.
Pemimpin Partai Hijau Tasmania Nick McKim mengatakan, dalam konteks nasional, Universitas Tasmania bukan termasuk yang terbesar di Australia. "Dan hanya terdapat satu universitas di seluruh negara bagian, dan universitas ini ikut mendorong ekonomi Tasmania," katanya.
"Pemotongan dana ini akan mempersulit keadaan dan akan mengancam jenis-jenis pekerjaan yang seharusnya justru dibuka di Tasmania," tambahnya.
(nwk/nwk)











































