Truk itu adalah milik Sony Setiantoko, warga Indonesia yang tinggal di Alexandria, Virginia, dan sehari-hari bisnis jualan sate di kawasan Washington DC menggunakan truk. Bertepatan dengan hari Valentine, nasib naas menimpa Sony. Truk sate kesayangannya yang telah menemani dia selama tiga tahun itu hilang dicuri orang. Entah siapa pelaku yang tega hati mencuri truk tersebut.
“Semalam truknya saya taruh di tukang cat di belakang tempat saya karena mau dicat. Kuncinya saya kasih ke tukang catnya, lalu saya tinggal. Pagi harinya dia telepon saya, katanya truknya nggak ada. Setelah dicari-cari nggak ketemu, akhirnya kita lapor polisi,” tutur Sony kepada detikcom, Sabtu (14/2/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah minimnya restoran yang menjual masakan Indonesia di Washington DC, Sate Sarinah menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia, meski banyak dari pembelinya adalah warga non-Indonesia.
Sony memulai bisnis satenya sejak tahun 1985. Dia mempunyai sebuah restoran di kawasan Alexandria, Virginia. Tiga tahun yang lalu, dia mengembangkan bisnisnya dengan menjajakan sate lewat truk.
“Kalau restoran ada di Virginia. Tapi kalau food truck beroperasinya di kawasan Washington DC,” tutur Sony.
Sony sangat menyesalkan hilangnya truk yang menjadi alat produksinya tersebut. Di truk itu terdapat berbagai peralatan masak seperti kompor dan pemanas, kulkas, serta alat pembayaran. Syukurlah dia masih punya dua truk cadangan. “Tapi truk yang dicuri itu yang paling bagus,” ucapnya menyesal.
Hingga berita ini ditulis, masih belum ada kabar baik dari pihak kepolisian. Sony berharap siapapun yang melihat truk tersebut dapat mengabarkan kepadanya. Dalam Facebook page-nya, Sony menulis:
“Truk sate semalam dicuri di Alexandria, Virginia. Tolong beri tahu kami jika ada yang melihatnya.” Di bawahnya dia sertakan gambar truk serta plat nomer bertuliskan ‘sate.’
Hilangnya truk tersebut memicu simpati dari pelanggannya, khususnya warga Indonesia. Esfandri Nurbi, mahasiswa pascasarjana di Georgetown University, mengaku kasihan tapi juga heran dengan peristiwa pencurian tersebut.
“Mungkin malingnya suka banget kali ya sama sate Indonesia,” ucapnya.
(fjp/fjp)