Detik.com News
Detik.com
Rabu, 02/04/2014 19:01 WIB

Ditanya Tentang Kemungkinan Duet dengan JK, Ini Jawaban Prabowo

Indah Mutiara Kami - detikNews
Ditanya Tentang Kemungkinan Duet dengan JK, Ini Jawaban Prabowo
Jakarta - Nama Jusuf Kalla (JK) muncul sebagai cawapres paling favorit untuk Prabowo Subianto dalam survei Charta Politika. Waketum Partai Gerindra Fadli Zon juga menyatakan bahwa JK bisa cocok dengan capres usungannya itu. Lalu, bagaimana tanggapan Prabowo?

"Ya kita lihat perkembangan ya, kita harus maju dulu. Ini pemilihan, kita lihat kekuatan kita nanti bagaimana," kata Prabowo di PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2014).

Dalam acara Dialog Politik Nasional dengan tema 'Menyongsong Perubahan Kekuasaan Pada Pemilu 2014: Muhammadiyah Buktikan Iman dan Amanah untuk Indonesia Berkemajuan dan Bertarmabat' itu sebenarnya Jusuf Kalla juga hadir sebagai pembicara sebelum giliran Prabowo. Namun keduanya tak sempak bertemu.

Prabowo tiba pukul 15.30 WIB saat JK masih jadi pembicara. Ia kemudian langsung naik ke lantai dua untuk berbincang dengan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif di ruangan tertutup. JK yang selesai menjadi pembicaran 2 menit kemudian pun langsung terburu-buru meninggalkan lokasi.

Ketika ditanya tentang komunikasinya dengan JK, Prabowo menegaskan bahwa ia selalu menjalin komunikasi dengan semua pihak.

"Tentunya kita pelihara komunikasi dengan semua pihak," ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Sebelumnya, Waketum Partai Gerindra sudah mengungkapkan kecocokan antar dua tokoh ini. Namun cawapres Prabowo tetap akan ditentukan setelah Pileg.

"Soal kecocokan, bisa cocok," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon kepada detikcom, Kamis (27/3/2014).

Kecocokan itu didasarkan pada latar belakang JK. Jika tampil sebagai cawapres Prabowo, maka JK bisa melengkapi kombinasi unsur Jawa-Non Jawa. Unsur Militer-non militer juga bisa terpenuhi.

"Bisa mewakili unsur militer-sipil, mewakili secara demografis, beliau juga seorang teknokrat dan pemimpin pemerintahan," nilai Fadli.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%