Lembaga Survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei elektabilitas kandidat capres-cawapres dan partai. Rilis hasil survei bertajuk 'Meneropong Pemilu 2014 Berdasarkan Survei' ini digelar di press room Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/12/2013).
Survei skala nasional ini digelar pada 28 November - 6 Desember 2013 melalui wawancara tatap muka. Responden adalah mereka yang berusia di atas 17 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk survei tingkat elektabilitas pasangan capres-cawapres, Charta Politika membuat simulasi beberapa pasangan, salah satunya adalah Mega-Jokowi. Hasil survei menunjukkan pasangan ini masih memiliki elektabilitas tertinggi di antara pasangan lain yang disimulasikan.
Mega-Jokowi memiliki elektabilitas 23,3%, Prabowo-Hatta 21,4%, Ical-Mahfud MD 16,3%, Wiranto-HT 7,9%, dan Pramono Edhie-Dahlan Iskan 3%, pemilih tak tahu/tak jelas 28%.
"Tapi selisihnya masih masuk margin of error. Jadi Prabowo sangat berpeluang mengalahkan duet ini," kata peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya.
Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Jokowi sangat tinggi sebagai individu. Namun akan menurun ketika dipasangkan dengan satu tokoh. Apalagi jika dipasangkan dengan Mega, elektabilitas keduanya jadi jaub lebih kecil dibandingkan Jokowi sebagai individu.
Jika dipasangkan, maka elektabilitas tertinggi Jokowi adalah bersama dengan JK. Jokowi-JK disurvei memiliki elektabilitas 47,7 persen. Di atas Jokowi-Hatta 44,6 persen, Jokowi-Pramono Edhie 41,2 persen, apalagi Mega-Jokowi yang hanya 23,3 persen.
"Kita tidak membuat simulasi Jokowi-Mega karena hasil tracking media tidak pernah ada yang melempar isu itu," papar Yunarto.
Jika Jokowi tak dimasukkan dalam bursa capres, maka hasil survei menunjukkan Prabowo yang menang. Untuk level cawapres, JK menjadi yang paling favorit disusul Mahfud MD kemudian Dahlan Iskan.
(trq/rmd)