detikcom

Sabtu, 09/11/2013 12:38 WIB

Sadap Indonesia, Informasi Apa yang Dicari AS dan Australia?

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Amerika Serikat dan Australia disebut-sebut melakukan aksi penyadapan terhadap Indonesia. Diplomat kedua negara sampai saat ini juga tidak membantah tudingan itu. Apa sebenarnya yang mereka cari dari penyadapan di Indonesia?

Menurut Pengamat Intelijen LESPERSSI, Rizal Dharmaputra, terdapat informasi penting yang ingin digali AS dan Australia dari Indonesia terkait penyadapan tersebut.

”Biasanya itu pertama soal Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014,” ujar Rizal dalam diskusi " Sadap Bikin Tak Sedap” di Cafe Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2013).

Rizal menjelaskan ada juga informasi penting lain yang ingin didapat dari Indonesia. Informasi penting itu mengenai sikap Indonesia dalam menyikapi konflik di Laut China Selatan.

”Kemudian soal Indonesia di Laut China Selatan,” beber Rizal.

Seperti diketahui, wilayah Laut Cina Selatan hingga saat ini masih menjadi perebutan beberapa negara. Indonesia sebagai negara yang berdiri tidak jauh dari wilayah konflik disebut punya andil penting untuk menyelesaikan konflik.

Adapun isu lainnya yang juga ingin diketahui dari Indonesia antara lain mengenai kebijakan dalam sejumlah bidang seperti investasi dan perdangan. Rizal pun tak memungkiri dugaan aksi penyadapan ini sudah dilakukan AS dan Australia sejak lama.

Hal ini berkaca dari minat mereka menggali informasi mengenai Pemilu di Indonesia. Untuk itu dia tak membantah, penyadapan mengenai Pemilu di Tanah Air bukan kali ini saja namun sudah mencuat dalam penyelenggaraan sebelumnya. Diantaranya penyadapan dalam Pemilu 2009 lalu.

”Iya pernah (Pemilu 2009),” tandas Rizal.

(kha/fjr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%