Detik.com News
Detik.com
Selasa, 24/09/2013 18:15 WIB

Pelaku Utama Penyekapan Pedagang Kopi di Kebon Jeruk Ditangkap di Bali

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Tim Pemburu Preman berhasil menangkap Sandy pelaku utama penyekapan tukang kopi di sebuah kawasan di Bali. Penangkapan dilakukan setelah menjadi DPO selama seminggu.

Kanit Krimum Polres Jakarta Barat, AKP Martson Marbun mengatakan penangkapan dilakukan Selasa (24/9/2013) pukul 10.00 WIB. Sandy ditangkap tanpa ada perlawanan.

"Iya betul, Sandy telah ditangkap di daerah Bali hari ini sekitar pukul 10.00 WIB," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Martson Marbun ketika dihubungi, Selasa (24/9/2013).

Marbun mengatakan, Sandy ditangkap disebuah rumah di daerah Bali. Ia mengatakan, Sandy tadinya mau pergi menuju kampung halamannya Kupang.

"Sandy kita tangkap waktu dia dalam pelariannya menuju Kupang. Pada saat itu Sandy ketika berada di dalam suatu penginapan di daerah Bali," tambah Marbun.

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus tersebut. Dimana 2 diantaranya yakni Henok dan Frangky telah ditangkap sebelumnya pada minggu lalu.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%