detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/09/2013 14:40 WIB

Survei SSSG: Elektabilitas Jokowi Tembus 45%

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) mengadakan survei terkait elektabilitas capres saat ini. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali muncul sebagai capres paling potensial.

Jokowi memuncaki survei elektabilitas capres dengan dukungan menembus 45,8%. Di urutan kedua Jusuf Kalla dengan 9,0% suara, disusul Dahlan Iskan (7,8%). Di survei ini Prabowo Subianto hanya di urutan ke empat dengan 6,8% suara.

Metode pengumpulan data survei ini dilakukan dengan wawancara via telepon. Populasi dan sampel dilakukan kepada seluruh warga yang tinggal di 10 kota besar yang punya telepon. Waktu penelitian 25 Agustus-9 September 2013 di 10 kota besar Indonesia dengan jumlah 1.250 responden.

Berikut capres paling potensial versi survei SSSG yang dipublikasikan peneliti SSSG Ilman Nafian di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2013):

1. Joko Widodo: 45,8%
2. Jusuf Kalla: 9,0%
3. Dahlan Iskan: 7,8%
4. Prabowo Subianto: 6,8%
5. Mahfud MD: 5,8%
6. Wiranto: 3,6%
7. Aburizal Bakrie: 2,4%
8. Megawati Soekarnoputri: 1,8%
9. Chairul Tanjung: 1,6%
10. Hatta Rajasa: 1,0%
11. Hidayat Nurwahid: 0,7%
12. Sri Sultan HB X: 0,5%
13. Surya Paloh: 0,5%
14. Ani Yudhoyono: 0,4%
15. Pramono Edhie: 0,4%
16. Sri Mulyani: 0,4%


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(van/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%