Detik.com News
Detik.com

Minggu, 08/09/2013 14:55 WIB

IPW: Polisi Harus Minta Tanggung Jawab Ahmad Dhani Sebagai Ortu Dul

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
IPW: Polisi Harus Minta Tanggung Jawab Ahmad Dhani Sebagai Ortu Dul Dul dan Dhani dalam suatu event
Jakarta - Kecelakaan maut di Tol Jagorawi KM 8 sungguh dramatis. Sebab kecelakaan yang menewaskan 6 orang dewasa tulang punggung keluarga itu melibatkan seorang bocah berusia 13 tahun (Dul), yang menyetir sedan Lancer. Dari segi UU, bocah yang merupakan anak musisi Ahmad Dhani itu belum sah mengendarai kendaraan bermotor.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane berpendapat, Ahmad Dhani sebagai ayah Dul juga mesti bertanggung jawab atas kecelakaan mematikan pukul 00.45 WIB itu.

"Polisi juga harus meminta pertanggungjawaban hukum dari Dhani sebagai orang tua Dul. Dalam hal ini Dhani bisa ditahan dengan tuduhan ikut menjadi penyebab kematian bagi orang lain," kata Neta dalam pernyataan tertulis, Minggu (8/9/2013).

Neta beralasan, sebab sebagai orang tua Dhani telah membelikan mobil kepada anaknya yang di bawah umur dan membiarkan anaknya yang di bawah umur mengendarai mobil tersebut.

"Dalam hal ini Dhani memenuhi unsur pidana yang menyebabkan orang lain tewas dengan ancaman penjara di atas 5 tahun penjara, sehingga polisi bisa segera menahannya," ungkapnya.

Neta memandang, jika memang Dul terbukti menjadi penyebab kecelakaan, maka dia bisa dikenakan pasal berlapis, yakni belum cukup umur sudah mengemudikan mobil; mengemudikan mobil tidak memiliki SIM; dan akibat kelalaiannya menyebabkan orang lain tewas.

IPW berharap kepada para orang tua, meskipun kaya raya, tidak terlalu memanjakan anaknya hingga bisa menyebabkan orang lain menjadi korban atau tewas. "Mereka-mereka yang berkemampuan harus mampu mengawasi anak-anaknya agar tidak menyebabkan kematian bagi orang lain," saran Neta.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%