Detik.com News
Detik.com

Minggu, 08/09/2013 12:40 WIB

Polisi Gelar Kasus Kecelakaan Maut yang Libatkan Dul di Tol Jagorawi

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Gelar Kasus Kecelakaan Maut yang Libatkan Dul di Tol Jagorawi Olah TKP/Bilkis-detikcom
Jakarta - Pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menyelidiki kecelakaan maut di Tol Jagorawi yang melibatkan putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul). Polisi saat ini tengah menggelar kasus kecelakaan tersebut.

"Ini sedang kita dalami dulu. Kita akan gelar perkaranya dulu," kata Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono kepada detikcom, Minggu (8/9/2013).

Hindarsono mengatakan, ia belum bisa memberikan keterangan lebih dalam mengenai kecelakaan yang menewaskan 6 orang itu.

"Nanti ya," ucapnya singkat.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 00.45 WIB di Tol Jagorawi KM 8 arah selatan. Saat itu, mobil yang dikemudikan putra bungsu Ahmad Dhani, Ahmad Abdul Qodir Jaelani (13), mengarah dari selatan. Tiba-tiba mobil Lancer B 80S AL yang dikemudikannya itu menabrak pagar pemisah, sehingga masuk jalur berlawanan.

Kemudian menabrak Daihatsu Gran Max yang datang dari arah utara. Akibat hantaman Lancer, Grand Max kemudian mendorong mobil Toyota Avanza B 1882 UZJ.

Kecelakaan ini mengakibatkan 6 orang tewas yaitu:
1. Agus Kumara
2. Agus Wahyudi
3. Riki Aditia Santoso
4. Agus Surahman
5. Qomar
6. Nurmansyah

Kecelakaan juga mengakibatkan 9 orang luka yakni:
1. Wahyudi
2. Nugro B
3. Abdul Kodir
4. Jauheri
5. Boby
6. Pardomuan S
7. Pujo Widodo
8. Ahmad Abdul Kodir Jaelani
9. Noval Samodra



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mei/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%