Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 07/09/2013 05:34 WIB

Kuesioner 'Vulgar' Kemenkes Bagi Pelajar Harus Ditarik!

Indra Subagja - detikNews
Kuesioner Vulgar Kemenkes Bagi Pelajar Harus Ditarik!
Jakarta - Kuesioner 'vulgar' yang disebar Kemenkes bagi pelajar SMP di Aceh dan Sleman, Yogyakarta diprotes. Isi kuesioner yang salah satunya mempertanyakan tentang ukuran alat kelamin itu dinilai tak sesuai nilai budaya masyarakat Indonesia.

"Menkes harus bertanggung jawab," Wakil Ketua KPAI Asrorun Niam dalam keterangannya, Sabtu (7/9/2013).

Menurut Niam, soal kesehatan reproduksi adalah jelas hal penting. Tapi menggunakan instrumen sosialisasi dengan mengadopsi negara lain, yang memiliki latar sosiologis berbeda, dinilai tak tepat.

"Termasuk tata nilai yang tidak sama. Tentu merupakan langkah yang gegabah, ceroboh, dan ahistoris," imbuhnya.

"KPAI minta hal itu ditarik, dan Kemenkes tidak mencari-cari justifikasi untuk membenarkan tindakannya," tambahnya lagi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%