Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 24/08/2013 11:43 WIB

Konvensi Capres PD

Komite Mulai Melamar Capres Peserta Konvensi PD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Komite Mulai Melamar Capres Peserta Konvensi PD
Jakarta - Komite konvensi capres PD mulai menyampaikan undangan resmi ke calon peserta konvensi capres PD. Komite konvensi akan menanyakan hal-hal mendasar soal visi-misi capres

"Kan selama ini masih rumor, hari ini komite konvensi secara resmi akan mengirimkan undangan ke rumah saya," kata Ketua DPD RI Irman Gusman yang akan ikut konvensi capres PD.

Hal ini disampaikan Irman kepada detikcom, Sabtu (24/8/2013). Irman sendiri menunggu pernyataan resmi dari komite konvensi capres PD. Termasuk soal persyaratan komite konvensi capres yang final.

"Menunggu penjelasan komite konvensi bagaimana persyaratan dan cara kerjanya. Saya tidak berani menyatakan siap kalau belum tahu bagaimana mekanismenya. Walaupun sebagai pemimpin nasional saya sudah dalam posisi yang sekarang ini," tandasnya.

Kandidat capres lain yakni mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto juga telah diundang resmi ikut konvensi. Endriartono sudah menyampaikan visi-misinya.

"Pak Suaidi, Sekretaris Komite, yang datang. Undangan diberikan dan meminta kepastian bahwa saya akan ikut konvensi," kata Endriartono saat dihubungi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%