"Bom menggunakan panci presto," kata Kepala BNPT Irjen (Purn) Ansyaad Mbai, kepada detikcom, Senin (5/8/2013).
Menurut Ansyaad, terdapat dua bom dengan casing yang berbeda. Selain bom panci, bom juga dibuat dari pipa paralon seperti di Pesantren UBK NTB, Beji Depok dan Tambora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Ansyaad menduga pelaku memiliki kaitan dengan pelaku teror yang beberapa waktu lalu dibekuk di Bendungan Hilir yang menargetkan Kedubes Myamar.
Ansyaad berharap masyarakat Indonesia tidak khawatir pasca ledakan yang terjadi. "Percayakan kepada petugas untuk mengungkapkannya. Jangan saling menuding," ujarnya.
(ahy/mad)