detikcom

Jumat, 26/07/2013 06:02 WIB

Ketua PKB: Rhoma Irama Bukan Capres Kami!

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Ketua DPP PKB Marwan Jafar membantah klaim Rhoma Irama soal kontrak politik sebagai capres PKB. Dia menegaskan sang 'Ksatria Bergitar' bukanlah capres PKB.

"Yang ada hanya wacana saja sebagai bakal calon capres, sama sekali bukan capres!" kata Marwan saat dihubungi detikcom, Kamis (25/7/2013) malam.

Marwan mengatakan capres PKB ditentukan melalui Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) dan konsultasi dengan PBNU serta para kiyai. Nah, saat ini PKB belum pernah mengadakan Muspimnas untuk menentukan capres yang akan diusung di Pemilu 2014.

"Muspimnas akan digelar setelah pileg. Sampai sekarang capres-capresan nggak ada secara organisatoris," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Pria yang juga Ketua Fraksi PKB DPR ini mengatakan saat ini fokus PKB adalah konsolidasi untuk persiapan Pileg 2014. Secara resmi, PKB belum pernah membahas soal capres.

"Sikap DPP PKB sangat jelas dan tegas, bahwa DPP PKB belum menentukan capres dan cawapres," tandasnya.

Sebelumnya Rhoma mengklaim sudah bersepakat dengan PKB soal pencapresan. Rhoma mengaku telah menandatangi kontrak politik dengan PKB sejak April 2013.

"Sudah positif menjadi capres PKB. Sejak 2 April, saya sudah sign kontrak dengan PKB. Resmi mencapreskan Rhoma Irama," ujar Rhoma di sela-sela gelaran 'Safari Ramadan Peringatan Malam Nuzulul Quran' bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/7/2013) malam.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(trq/rni)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%
MustRead close