Detik.com News
Detik.com

Jumat, 19/07/2013 15:45 WIB

Hari ke-278 Jokowi

Pembangunan Waduk Ria Rio, Jokowi: Oktober Pasti Dimulai!

Mulya Nurbilkis - detikNews
Pembangunan Waduk Ria Rio, Jokowi: Oktober Pasti Dimulai!
Jakarta - Kepala Dinas Pertamanan DKI, Widiyo Dwiyono Budi mengatakan jika pembangunan waduk Ria Rio baru bisa dilaksanakan pada tahun 2014. Namun, Gubernur DKI Joko Widodo membantah hal tersebut.

"Oktober dimulai aja. Dimulai kok. Pasti dimulai," kata Gubernur DKI, Joko Widodo saat ditemui wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/7/2013).

Jokowi mengatakan jika pembangunan fisik Waduk Ria Rio di Pulomas, Jakarta Timur tetap akan dilaksanakan bulan Oktober ini. Tidak akan terganggu dengan adanya aturan Perpres 71 tahun 2012 terkait prosedur pembebasan sejumlah lahan swasta dan warga disekitar waduk tersebut.

"Itu kan soal pertanahannya. Pembangunan fisiknya mulai oktober. Itu kan jg tanah kita. Itu BUMD kita," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertamanan DKI, Widiyo Dwiyono Budi mengatakan jika pembangun waduk diatas lahan seluas 25ha tersebut mengalami kendala dengan aturan Perpres 71 Tahun 2012 yang mengharuskan prosedur pembebasan lahan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Menurut Widiyo, pembangunan proyek bernilai Rp 320 miliar tersebut baru bisa dilaksanakan ditahun 2014.

"Fisiknya mungkin sekitar 2014 sesuai dengan perjanjian dengan Pulomas," kata Widiyo di Balaikota, Kamis (18/7)

"Ada aturan baru yang mewajibkan format baru dalam di panitia pembebasan tanah di BPN. Itu sesuai perpres 71/2012, harus melalui mekanisme itu dulu," terang Widiyo.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bil/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%