detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 15:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 26/06/2013 13:24 WIB

Siapa Capres Hanura? Hary Tanoe: Belum Tahu, Belum Kelihatan

M Iqbal - detikNews
Wiranto Capres Hanura
Jakarta - Partai Hanura sudah bulat mengusung Wiranto sebagai calon Presiden 2014. Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo, punya penilaian sendiri soal capres 2014. Siapa capres yang pantas untuk 2014?

"Belum tahu, belum kelihatan. Kalau media mengangkat mudah-mudahan mengerucut calon yang memenuhi syarat," kata Hary Tanoesoedibjo.

Hal itu disampaikan menjawab pertanyaan apakah Hary Tanoe mendukung pencapresan Wiranto, dalam diskusi 'Peran Media Televisi Mencerdaskan Pemilih di Pemilu 2014' di Hotel Aryaduta, Jalan Prapatan, Jakpus, Rabu (26/6/2013).

Hary justru mendorong agar capres yang lahir di Pemilu 2014 adalah capres muda. Ia berharap media dapat mengangkat capres muda tersebut.

"Media harus berani mengangkat potensi-potensi-potensi generasi muda. Media harus berani memunculkan semua potensi calon-calon pemimpin ke depan, latar belakangnya, leadership dan sebagainya," tutur Bos MNC Grup itu.

Menurutnya, dengan media mengangkat capres muda alternatif, maka masyarakat memilih perspektif yang lebih luas sehingga bisa memilih presiden yang tepat.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh media karena kita ingin memilih pemimpin yang tepat bagi bangsa, dengan segala permasalahan yang dihadapi beri ruang semaksimal mungkin pada calon-calon yang dianggap potensial," kata Hary.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%