Detik.com News
Detik.com

Senin, 17/06/2013 13:40 WIB

Singapura Dilanda Kabut Asap Kiriman dari Sumatera

Rita Uli Hutapea - detikNews
Singapura Dilanda Kabut Asap Kiriman dari Sumatera kabut asap di Singapura (AFP)
Singapura, - Singapura dilanda kabut asap yang diakibatkan dari kebakaran hutan di Sumatera, Indonesia. Kabut asap kiriman ini terlihat jelas di jalanan di Singapura. Namun sejauh ini, kabut tidak berdampak pada usaha bisnis maupun transportasi udara. Sekolah-sekolah di Singapura saat ini juga tengah libur.

Hasil catatan Indeks Standar Polutan pada siang hari mencapai 80, atau di atas "sedang". Demikian menurut situs Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura, NEA seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/6/2013). Level di atas 100 dianggap tidak sehat.

"Kondisi berkabut diperkirakan akan berlangsung beberapa hari mendatang," demikian NEA.

NEA pun menyarankan warga yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru, juga mereka yang berumur di atas 65 tahun dan anak-anak agar tidak banyak berada di luar ruangan.

Selain Singapura, Malaysia juga kembali mengalami masalah kabut asap yang terus berulang ini. Kabut asap ini terjadi sebagai akibat kebakaran-kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Sumatera.

Bahkan pada akhir pekan, kabut asap di Malaysia telah mencapai level tidak sehat. Pada hari Senin ini, indeks polutan Malaysia menunjukkan level tidak sehat, yakni antara 102 dan 121 di sejumlah wilayah negara bagian Pahang, Terengganu dan Malaka. Sementara di ibukota Kuala Lumpur, levelnya berada pada angka 82.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%