Kamis, 30/05/2013 17:12 WIB

Pembobol Kartu Kredit di Bodyshop Diduga Terkait Jaringan Internasional

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - Kepolisian mengindikasikan adanya keterlibatan jaringan internasional pada para tersangka pembobol data kartu kredit di Bodyshop, Jakarta. Hal ini mengingat alamat internet protokol (IP address) pembobol berada di luar negeri.

"Disamping gunakan program khusus, mereka ini diduga sindikat internasional. Karena setelah dilacak IP addressnya ternyata ada di Jerman, Prancis, Cina, dan Amerika," kata Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Nazli Harahap kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Lanjut Nazli, para pembobol data kartu kredit dan debit ini sudah beroperasi sejak tahun 2009. Mereka satu sindikat dengan pelaku pembobol kartu kredit modus offline yang pernah diungkap oleh jajaran Subdit Resmob Polda Metro Jaya, tahun lalu.

"Salah satu tersangka Andi Rubianto dia sudah divonis, lalu keluar dan melakukan aksinya lagi. Sekarang dia ditahan di Polres Pangkal Pinang untuk kasus yang sama," kata Nazli.

Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka terkait pembobolan kartu kredit di Bodyshop ini. Keempat tersangka yang ditangkap yakni seorang perempuan SA alias A (36) ditangkap di Medan bersama suaminya TK alias Acuan (37), seorang lelaki berinisial KN (28) ditangkap di Sidoarjo, Jawa Tengah dan seorang laki-laki berinisial FA (36) di Sidoarjo, Jawa Tengah.

"FA merupakan residivis kasus yang sama yang pernah ditangani Resmob Polda Metro Jaya," kata Nazli lagi.

Dalam praktiknya, mereka membeli data yang sudah diretas oleh pelaku internasional melalui toko-toko yang menggunakan mesin EDC (electronic data capture). Data-data tersebut kemudian dijual di situs-situs seperti www.topdumpspro.com, www.icq.com dan www.dumps777.com.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%