Rabu, 29/05/2013 14:48 WIB

Penghitungan Dua Tarif KJS Tuntas Juni

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Pemprov DKI sedang memperhitungkan kemungkinan penerapan dua tarif untuk program Kartu Jakarta Sehat. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memperkirakan proses penghitungan akan selesai pada Juni nanti.

"Iya (KJS menjadi dua tarif) ini baru dalam proses. Pertengahan Juni kira-kira selesainya," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Penerapan dua tarif berbeda untuk rumah sakit swasta dan rumah sakit negeri ini menurut Jokowi untuk memenuhi keinginan pihak rumah sakit dan dokter.

"Supaya tarif-tarif pada tindakan medis tertentu bisa dinaikan. Supaya rumah sakit senang, dokter senang," lanjutnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebutkan bahwa akan ada perbedaan tarif dalam pembayaran KJS melalui sistem Indonesia Case Base Groups (INA CBG’s). Perbedaan tarif ini berdasarkan kepemilikan RS peserta KJS, yaitu swasta dan negeri.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(sip/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%