detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 25/05/2013 12:05 WIB

Buruh Pabrik Pengolahan Udang Pingsan Keracunan Gas Amoniak

Ghazali Dasuqi - detikNews
Salah satu karyawan dievakuasi/Ghazali D
Situbondo - Puluhan buruh pabrik pengolahan udang, PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP), di Situbondo keracunan gas amoniak. Para buruh yang pingsan sempat terinjak-injak buruh lain yang panik.

"Ini ada kebocoran gas amoniak. Sekarang sedang ditangani," kata Bagian Personalia PT PMMP Situbondo Marwoto Agus kepada wartawan, Sabtu (25/5/2013)..

Dari informasi yang dihimpun, para buruh tiba-tiba ambruk di ruang proses (packing). Mereka diduga mengalami keracunan akibat terjadinya kebocoran gas amoniak di dalam pabrik pengolahan udang itu. Insiden ini membuat para buruh di ruang proses PT PMMP panik hingga saling berebut keluar dari ruangan kerja.

Sejumlah buruh yang jatuh pingsan sempat terinjak-injak karyawan lain yang panik. Proses evakuasi para korban dari dalam ruangan dilakukan karyawan dengan melibatkan polisi dan tim SAR dari BPBD Situbondo. Begitu dikeluarkan, para korban yang semua wanita itu langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan UGD RSU Situbondo.

Dari pantauan detikcom, insiden kebocoran gas membuat suasana di PT PMMP masih didera kepanikan. Hingga pukul 11.23 wib, seluruh buruh masih berkerumun di luar pabrik. Mereka dilarang masuk karena khawatir kebocoran gas amoniak yang dikatakan untuk pendingin udang itu masih ada.

"Tadi waktu disuruh keluar semua karyawan langsung lari. Tas dan sandal saya masih di ruangan, takut mau mengambil ke sana," tukas Sunwati, salah satu buruh.

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Sunarto mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab ambruknya puluhan buruh. Hanya saja dugaan sementara akibat kebocoran gas amoniak. Namun pihaknya perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan dugaan tersebut.

"Sekarang kami sedang melokalisir lokasi kejadian. Semua karyawan diminta keluar dari ruangan pabrik. Sementara yang jatuh pingsan sudah dilarikan ke RSU," tandas AKP Sunarto.



Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/iwd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%