detikcom
Senin, 13/05/2013 12:27 WIB

Klewang Mulai 'Bernyanyi', Klaim Kuasai 6 Geng Motor di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Setelah sempat bungkam, Klewang (57), raja geng motor di Pekanbaru mulai 'bernyanyi'. Dia mengklaim membina 6 geng motor di Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Senin (13/5/2013) di Pekanbaru. Menurut Adang, Klewang membentuk geng motor dimulai tahun 2011 lalu.

"Dari pembinaan yang dilakukan Klewang, akhirnya seluruh geng motor tunduk kepadanya. Ada 6 geng motor binaan Klewang. Klewang sendiri dijuluki Raja," kata Adang.

Masing-masing geng motor ini, lanjut Adang, punya struktur kepemimpinan seperti ketua, wakil ketua, dan bendahara. Posisi penting lainnya yakni Panglima.

"Khusus jabatan Panglima ini hanya diberikan kepada mantan residivis. Panglima inilah merupakan komando perang yang bisa mengintruksikan anggotanya. Dan semua itu atas sepengetahuan Klewang," kata Adang.

Sebagian anggota geng motor binaan Klewang masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Polisi masih mengkroscek nama-nama pelajar yang disebut Klewang dan anggotanya.

Klewang ditangkap, Jumat (10/5) lalu. Ia diduga kuat memperkosa ABG di hadapan anggota geng motor binaan dan menyuruh panglima ikut memperkosa korban.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%