detikcom
Rabu, 08/05/2013 12:35 WIB

Suap Impor Daging

Saat Menikahi Sefti, Fathanah Mengaku Duda Cerai

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Sefti Sanustika (25), mantan penyanyi dangdut, istri muda tersangka pencucian uang Ahmad Fathanah bicara soal kisah cintanya. Dia mengaku membina mahligai rumah tangga dengan Fathanah semata karena ibadah.

"Saya menikah dengan bapak ya untuk ibadah. Nggak terbesit untuk cuci uang. Untuk masa depan, saya punya anak dari bapak," kata Sefti saat ditemui detikcom dan Trans7 di rumahnya di Depok, Rabu (8/5/2013).

Sefti berkisah soal perkenalannya dengan Fathanah. Saat itu pertengahan 2011, berlokasi di Puncak. "Lagi liburan," imbuhnya.

Ada seorang teman yang mempertemukan dirinya dengan Fathanah. "Waktu itu dia bilang duda," tambahnya lagi.

Setahu Sefti, Fathanah memang bercerita bahwa istri pertamanya sudah diceraikan. "Sampai akhirnya kita menikah. Saya juga pengen punya keturunan," terangnya.

Sefti sudah punya anak berusia 2 bulan. Dia tinggal bersama orang tuanya. Dahulu, dia diberi Fathanah apartemen di Depok. Apartemen itu juga pernah digeledah KPK. Fathanah sudah dijerat pidana pencucian uang dan suap izin impor sapi.

"Saksikan wawancara eksklusif Sefti Sanustika, istri muda tersangka kasus pencucian uang dan suap sapi impor Ahmad Fathanah, di Redaksi Sore Trans7 pukul 16.15 WIB."

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%