detikcom
Minggu, 28/04/2013 11:33 WIB

Seberapa Sulit Ujian Calon Camat? Ini Respons Peserta

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Ilustrasi/dok detikcom
Jakarta - Sebanyak 328 PNS DKI mengikuti ujian 'calon camat'. Seberapa sulit materi ujiannya? Berikut respons salah satu peserta.

"Lancar, tidak ada kendala," kata Heru Septianto, peserta ujian di SMPN 1 Cikini, Jalan Cikini Raya 87 Jakarta Pusat, Minggu (28/4/2013).

Heru yang saat ini menjabat sebagai kepala pembina di kantor perpustakaan Jakarta Barat ini menyatakan, teknis dan materi ujian sesuai sosialisasi sebelumnya. Sehingga ia merasa tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal.

Mengenai motivasi mengikuti ujian, Heru mengaku ingin mencari pengalaman dan meningkatkan jenjang karier. "Mungkin ini klise, saya ingin mengabdikan diri ke masyarakat," katanya.

Siap bekerja 24 jam seperti Gubernur DKI Jokowi, Pak? "Siap. Justru saya lebih suka blusukan seperti Pak Jokowi daripada bekerja di belakang meja," tandasnya.

Peserta SMPN 1 berjumlah 35 orang, tapi yang hadir 30 orang. Empat orang 'bolos' dan seorang tidak hadir karena kesalahan teknis. Peserta menyelesaikan 60 soal tentang pembidangan tata kelola umum pemerintahan. Jika lolos, mereka akan menjalani tes manajerial.

Ujian dimulai pada pukul 08.30 WIB. Setelah dimulasi, ujian pun dimulai secara tertutup. Para peserta diberi waktu 60 menit untuk menyelesaikan 60 soal. Sekitar pukul 10.00 WIB, para peserta yang didominisi kaum Adam ini keluar dari ruangan.

Dari 35 peserta, 5 di antaranya tidak hadir. Empat orang tak hadir tanpa alasan, sedangkan satu peserta tidak hadir karena kesalahan teknis. Ia mengikuti ujian di SMKN 35, tapi namanya tercantum di SMPN 1 Cikini.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%