Detik.com News
Detik.com
Kamis, 11/04/2013 03:43 WIB

Sejumlah Kecelakaan Terjadi di Tol Dalam Kota Jakarta Dinihari Ini

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan lima mobil terjadi di Tol Plumpang, Jakarta Utara. Sedangkan di Tol Semanggi, Bus Sinar Jaya terlibat tubrukan dengan Taxi Express.

Berdasarkan informasi dari TMC Polda Metro Jaya, lima mobil yang terlibat tabrakan itu adalah Truk B 9882 GD, Hyundai B 1510 JU, Taxi B 1966 CTA, Honda Jazz B 733 NJ dan Xenia B 3 TKV. Kecelakaan terjadi pukul 00.30 WIB, Kamis (11/4/2013).

Diduga, kecelakaan terjadi karena salah satu mobil mengerem mendadak. Sehingga menyebabkan tubrukan beruntun.

Beberapa saat setelahnya, di Semanggi, Bus Sinar Jaya B 7284 IW bertubrukan dengan Taxi Express B 1007. Insiden terjadi di KM 7 Tol Semanggi ke arah Pancoran.

Di Jatinegara, kecelakaan di dalam tol juga terjadi. Bedanya, kecelakaan yang di Jatinegara adalah kecelakaan tunggal. Sedan Mercedes B 8179 YB menabrak pembatas jalan di KM 1,200 Tol Jatinegara.

Meninggal dunia

Di Tangerang terjadi kecelakaan yang sampai merenggut nyawa pengendara motor. Truk B 9409 BYT menabrak pemotor Yamaha B 6175 CWC.

"Korban atas nama Kornelis Arbol," ujar Briptu Tata dari TMC Polda Metro Jaya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjp/rni)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%