Selasa, 09/04/2013 07:15 WIB

Pilgub Jateng

Jadi Jurkam, Jokowi Belum Pasti Mampu Dongkrak Popularitas Ganjar

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - PDI Perjuangan menggandeng Jokowi untuk menjadi juru kampanye pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko dalam Pilgub Jawa Tengah. Popularitas Jokowi yang tengah naik daun diyakini dapat mendongkrak suara jago PDIP di kandangnya sendiri.

Seberapa besarkah efek popularitas Jokowi (Jokowi Effect) dalam Pilgub Jateng?

"PDIP ini kan menjadikan Jokowi sebagai salah satu sarana pendulang suara bagi cagub Ganjar Pranowo. Karena popularitas Ganjar yang masih rendah. Namun berdasarkan survei kami, ternyata efek Jokowi itu hanya sekitar 1 persen," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun dalam keterangan persnya, Senin (8/4/2013).

Menurut Rico, kekalahan pasangan cagub yang diusung dalam dua pilgub sebelumnya, yakni Jabar dan Sumut, di mana Jokowi menjadi jurkamnya, berdampak kepada pilihan calon pemilih di Jateng. Berdasarkan survei yang dilakukannya pada pertengahan 26 Maret-3 April lalu, mayoritas publik Jawa Tengah memilih cagub tidak berdasarkan poluparitas, melainkan faktor kedekatan dengan warga, hasil kerja, kapabilitas, dan kejujuran.

"Kita bertanya kepada responden, mereka bebas menjawab apa faktor-faktor yang menyebabkan Anda memilih seorang kandidat dalam pilkada Jateng ini. Ini untuk mengukur kekuatan figur dan mesin politik, juga ciri-ciri image psikologis seperti apa seseorang itu memilih kandidat. Hasilnya, sedikit yang memilih karena Jokowi," jelasnya.

Dengan fakta survei tersebut, lanjut pengamat politik dari Universitas Paramadina ini, hal itu menunjukkan endorsement Jokowi tidak begitu terasa di Jateng. Mungkin karena kesalahan PDIP menempatkan Jokowi sebagai timses di pilgub sebelumnya sehingga berefek ke Jateng.

Hal lain yang tak kalah pentingnya, kata Rico, adalah peta politik basis PDIP. Keputusan PDIP mengusung Ganjar yang notabene kurang dikenal masyarakat Jateng berdampak pada krisis dan polarisasi dukungan basis PDIP.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%