detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 08/04/2013 16:05 WIB

Lawan Video '86' Bule Belanda, Polisi di Bali Rilis Video Simpatik

Rachmadin Ismail - detikNews
YouTube
Jakarta - Video suap tilang di Bali yang dibuat oleh jurnalis asal Belanda, Kees van der Spek, mencoreng Korps Bhayangkara. Untuk memperbaiki citra, video tandingan yang menampilkan aksi simpatik polisi pun dibuat.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi mengatakan video itu berisi soal aksi sehari-hari Polantas Bali. Ada kegiatan yang bersifat humanis seperti membantu menyeberangkan jalan, memberi informasi soal alamat dan membantu warga negara asing.

"Ini aksi layanan di lapangan yang bersifat humanis, kegiatan humanis dan simpatik," kata Hariadi saat dihubungi detikcom, Senin (8/4/2013).

Video ini rencananya bakal diunggah ke YouTube dalam waktu dekat. Proses video masih dalam editing.

"Ini bentuk pelayanan Polantas Bali," imbuhnya.

Apakah video ini dibuat untuk mengembalikan citra polisi di Bali? "Ya bisa saja, kalau namanya pencitraan itu tak pernah habis," jawabnya.

Dalam tayangan Youtube yang diunggah 1 April 2013, Aipda KS dari Polres Badung menghentikan laju van der Spek yang tidak mengenakan helm dan melintas pos polisi Lio Square. KS menyarankan van der Spek membayar Rp 200 ribu agar pelanggaran lalu lintas itu tak sampai ke meja pengadilan.

Tak hanya tilang dan uang 'damai', Aipda KS dan van der Spek sempat nge-bir di pos polisi. Sementara teman KS hanya diam melihat aksi tilang 'damai' dan pesta bir tersebut. Atas praktik tak terpuji itu, kedua polisi itu kemudian diperiksa oleh Propam Polda Bali.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%