detikcom
Senin, 08/04/2013 16:05 WIB

Lawan Video '86' Bule Belanda, Polisi di Bali Rilis Video Simpatik

Rachmadin Ismail - detikNews
YouTube
Jakarta - Video suap tilang di Bali yang dibuat oleh jurnalis asal Belanda, Kees van der Spek, mencoreng Korps Bhayangkara. Untuk memperbaiki citra, video tandingan yang menampilkan aksi simpatik polisi pun dibuat.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hariadi mengatakan video itu berisi soal aksi sehari-hari Polantas Bali. Ada kegiatan yang bersifat humanis seperti membantu menyeberangkan jalan, memberi informasi soal alamat dan membantu warga negara asing.

"Ini aksi layanan di lapangan yang bersifat humanis, kegiatan humanis dan simpatik," kata Hariadi saat dihubungi detikcom, Senin (8/4/2013).

Video ini rencananya bakal diunggah ke YouTube dalam waktu dekat. Proses video masih dalam editing.

"Ini bentuk pelayanan Polantas Bali," imbuhnya.

Apakah video ini dibuat untuk mengembalikan citra polisi di Bali? "Ya bisa saja, kalau namanya pencitraan itu tak pernah habis," jawabnya.

Dalam tayangan Youtube yang diunggah 1 April 2013, Aipda KS dari Polres Badung menghentikan laju van der Spek yang tidak mengenakan helm dan melintas pos polisi Lio Square. KS menyarankan van der Spek membayar Rp 200 ribu agar pelanggaran lalu lintas itu tak sampai ke meja pengadilan.

Tak hanya tilang dan uang 'damai', Aipda KS dan van der Spek sempat nge-bir di pos polisi. Sementara teman KS hanya diam melihat aksi tilang 'damai' dan pesta bir tersebut. Atas praktik tak terpuji itu, kedua polisi itu kemudian diperiksa oleh Propam Polda Bali.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mad/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%