detikcom
Rabu, 03/04/2013 09:16 WIB

Perampokan Rp 6,7 M, Pegadaian Syariah Ngampilan Yogya Tutup

Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Pelayanan di kantor Pegadaian Syariah Unit Ngampilan, Yogyakarta, untuk sementara ditutup. Garis polisi masih terpasang. Namun seorang Satpam tetap berjaga di lokasi untuk memberi tahu pelanggan yang datang. Kantor Pegadaian itu dirampok 5 pria bersenjata api. Kerugian Rp 6,7 M.

Satpam Pegadaian Syariah, Tri Sihono(31) mengatakan, untuk sementara pelayanan pegadaian dialihkan di kantor pegadaian Syariah di Jl Gadean No 3, Ngupasan, Yogyakarta. Belum diketahui penutupan sampai kapan akan dilakukan.

"Sementara tutup di sini, nggak tahu sampai kapan. Mungkin sampai penyelidikanya selesai," kata Tri Sihono di Pegadaian Syariah Unit Ngampilan, Yogyakarta, Rabu (3/4/2013).

Di pintu dan tembok kantor juga telah ditempeli pengumuman bahwa pelayanan untuk sementara di pindah. Menurut Tri Suhono, setiap harinya pelanggan yang datang cukup banyak. Rata-rata 30-an dan jika ramai bisa mencapai 50 orang baik untuk menggadaikan ataupun menebus barang.

Di Yogyakarta sendiri kantor Pegadaian Syariah ini terdapat 4 cabang yakni di Kusumangera, Ngampilan, Karangkajen (Pasar Telo), dan Bantengan (Blok O).

Kantor Pegadaian Syariah Unit Ngampilan di JL Letjend Suprapto ini, pada Selasa (2/4) kemarin dirampok. Jumlah perampok diperkirakan 5 orang. Mereka berhasil membawa kabur uang tunai senilai Rp 30,9 Juta dan barang-barang perhiasan dengan nilai mencapai Rp 6 Miliar. Para pelaku dalam aksinya memawa senjata mirip senjata api laras pendek.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Mustaqim mengatakan, Polisi masih melakukan penyelidikan senjata yang digunakan. Apakah senjata asli atau air shoft gun. Pelaku sempat melepaskan satu kali tembakan di dalam kantor. Namun polisi tidak menemukan proyektil di lokasi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%