detikcom
Selasa, 02/04/2013 19:46 WIB

BNN Ciduk 2 Napi dari Rutan Tanjung Gusta Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan dua narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Belum diperoleh keterangan resmi, dua narapidana itu diamankan terkait pengembangan kasus apa.

Kedua narapidana yang dibawa dari rutan tersebut, yakni inisial F alias FRD dan Y alias A. Penjemputan dilakukan empat petugas BNN pada Selasa (2/4/2013) sore. Mereka didampingi petugas Satnarkoba Polresta Medan dan Polsekta Medan Helvetia.

Kepala Rutan Tonny Nainggolan menyatakan, tidak mengetahui dalam kasus apa kedua terpidana itu dijemput. Dia hanya mendapat surat dari BNN yang pada pokoknya menjeput kedua terpidana itu untuk kepentingan penyelidikan atau pengembangan kasus.

“Kalau terkait masalah apa, kami tidak tahu,” kata Tonny Nainggolan kepada wartawan usai penjemputan sekitar pukul 18.00 WIB.

Disebutkan Nainggolan, terpidana F yang dibawa petugas itu sebelumnya sudah divonis dengan hukuman 6,5 tahun, sementara Y divonis dengan hukuman 5,5 tahun. Keduanya sudah menjalani hukuman sekitar satu tahun di rutan yang berada di Jalan Pemasyarakatan tersebut.

“Tadi turut dibawa juga dua handphone milik keduanya. Handphone itu merupakan hasil dari razia rutin yang dilakukan petugas tiga minggu lalu, jadi tadi sekalian diserahkan,” kata Nainggolan.

Disebutkan Nainggolan, petugas BNN tidak ada melakukan penggeledakan apa-apa saat berada di dalam rutan. Selama empat jam berada di dalam rutan, mereka menunggu proses pemberkasan.

Setelah pemberkasan selesai, kedua narapidana itu diserahkan dan kemudian dibawa pergi. Keduanya keluar dari rutan dengan menggunakan penutup wajah warna hitam dan tangan diborgol.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/fjp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%