Detik.com News
Detik.com
Senin, 01/04/2013 22:12 WIB

Tarif Angkutan Umum Sebaiknya Berdasarkan Jarak

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Selama ini tarif angkutan umum di Jakarta didasarkan setiap kali penumpang naik kendaraan tersebut. Tidak ada perbedaan tarif bagi pengguna jarak jauh maupun jarak dekat. Hal tersebut dinilai tidak adil.

"Seharusnya tarifnya distance based (berbasis jarak)," ujar anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Iskandar Abubakar di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjend Suprapto, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013).

Iskandar yang juga merupakan Irjen Kementerian Perhubungan ini mengatakan, tarif berbasis jarak akan menguntungkan penumpang jarak dekat. Selain itu penumpang jarak dekat tidak perlu memberikan subsidi bagi penumpang jarak jauh.

"Distance based juga akan memaksa orang tinggal di lingkungan yang dekat dan cenderung hemat energi," ucapnya.

Sementara itu, ia juga mendukung kebijakan pemerintah untuk memberikan subsidi bagi penumpang KRL yang tidak mampu. Menurutnya, subsidi tersebut lebih adil daripada subsidi BBM, karena lebih tepat sasaran.

"Lebih bagus kita kasih subsidi ke angkutan umum daripada pengguna kendaraan pribadi (BBM). Jangan-jangan orang naik Innova pakai subsidi. Masak mereka dikasih subsidi tapi masyarakat miskin tidak. Tidak fair itu," tuturnya.

Menurutnya, subsidi angkutan umum tidak harus melalui tarif. Namun dapat juga melalui peningkatan fasilitas dan layanan.

"Seperti kalau dibangun flyover untuk lintasan kereta api. Frekuensinya jadi bisa ditingkatkan berkali-kali," ucapnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera merealisasikan rencana tersebut. Anggaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan.

"Karena semakin kecil anggaran, semakin buruk juga pelayanannya," tandasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%