detikcom
Senin, 01/04/2013 19:19 WIB

Tawa Canda Sambut Arief Hidayat Menjadi Hakim Konstitusi

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - Hakim konstitusi yang baru saja dilantik, Prof Dr Arief Hidayat ternyata orang yang senang bercanda. Hal itu terbukti ketika memberikan pidato dalam acara pisah-sambut Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Guyon menjadi salah satu ciri khas mantan Dekan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

"Saya tidak bijak apabila tidak memperkenalkan istri saya, dan anak-anak saya, supaya dikenal. Semuanya berkiprah di hukum, semuanya sarjana hukum," ujar Arief ketika memperkenalkan istri dan anaknya di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat,Senin (1/4/2013).

Para undangan dan para wartawan dibuat tertawa ketika dia mulai mengenalkan ibu mertuanya kepada publik. Menurutnya, sang ibu mertua adalah orang yang luar biasa karena telah melahirkan seorang putri yang cantik dan memiliki harta warisan yang melimpah.

"Begitu juga saya ingin mengenalkan ibu mertua saya yang luar biasa, karena ibu mertua saya punya warisan yang berlimpah karena beliau telah memberikan istri yang cantik dan warisan yang banyak," ujar Arief.

"Sehingga tadi Pak Mahfud mengatakan kita harus berada di jalan yang lurus, mungkin saya bisa jalankan karena sebenarnya saya sudah paripurna dan saya tidak kekurangan apapun lagi," tuturnya yang disambut tawa oleh sekitar 100 undangan yang memadati ruang pertemuan MK tersebut.

Akan tetapi, tidak lupa dia meminta dukungan kepada publik dan para hakim konstitusi karena terhitung hari ini hingga 1 April 2018 dia akan bertugas di Medan Merdeka Barat.

"Saya mohon dukungan dari saudara sekalian, karena mulai hari ini saya resmi bergabung dengan MK," ujarnya mengakhiri pidato.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%