Detik.com News
Detik.com
Selasa, 26/03/2013 13:12 WIB

Demo Upah, Buruh Aksi 'Gantung Diri' di Kantor Disnakertrans Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Demo Upah, Buruh Aksi Gantung Diri di Kantor Disnakertrans Semarang Foto: Angling Adhitya P/detikcom
Semarang - Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang digeruduk puluhan buruh dari Aliansi Gerakan Berjuang (Gerbang). Para buruh memprotes soal upah. Salah satu buruh melakukan aksi 'gantung diri'.

Dengan menggunakan batang bambu dan seutas tali, seorang buruh digantung dengan berkalungkan poster bertuliskan "Dewan Pengupahan Unsur Buruh".

Perwakilan buruh, Ahmad Junaidi mengatakan aksi tersebut dilakukan karena mereka kecewa terhadap hasil survei yang dilakukan Dewan Pengupahan soal harga sembako pada bulan Maret ini. Ia khawatir hasil survei tersebut bisa menurunkan angka UMK pada tahun 2014.

"Hasil survei tahun 2012 cukup bagus dan meningkatkan UMK 2013 menjadi Rp 1.209.100. Tapi survei tahun ini kok berkurang? UMK tahun depan turun jadi Rp 1.113.000," kata Ahmad di kantor Disnakertrans Semarang, Jl Ki Mangun Sarkoro, Selasa (26/3/2013).

Mereka juga kecewa dengan perwakilan buruh di Dewan Pengupahan. Seharusnya dengan adanya wakil buruh, mereka berharap hasilnya lebih baik. Aksi gantung diri melambangkan perwakilan buruh di Dewan Pengupahan.

"Ada perwakilan buruh di Dewan Pengupahan, tapi hasilnya buruk. Makanya digantung saja," tandasnya.

Para buruh sempat beraudiensi dengan pihak Dinaskertrans Kota Semarang. Kepala Disnakertrans Kota semarang Gunawan Saptogiri mengatakan pihaknya akan menelusuri hasil survei tersebut.

"Kami akan buat tim untuk menyelidiki. Kami akan melakukan semaksimal mungkin agar para buruh ini mendapatkan hak-hak mereka secara utuh," ujar Gunawan.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%