detikcom
Senin, 11/03/2013 11:51 WIB

Hari ke-147 Jokowi

Ahok: Lawan Premanisme dengan Pekerjaan

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Membuka lapangan kerja. Itulah salah satu solusi Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatasi premanisme. Karena itulah Ahok membangun banyak pasar.

"Lawan premanisme dengan pekerjaan. Makanya kita bangun banyak pasar agar orang bisa banyak kerja. Semua orang nggak akan mau jadi tukang nodong kok," kata Ahok saat ditanya cara mengatasi premanisme, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2013).

Ahok berpendapat pemberantasan premanisme, termasuk kelompok Hercules, merupakan wewenang kepolisian.

"Itu urusan kepolisian. Kita nggak bisa (menertibkan premanisme), bukan wilayah kita," ujar Ahok.

Sejauh ini Satpol PP kerjanya gimana? "Sejauh ini untuk menertibkan (premanisme), kita tidak pakai Satpol PP," katanya.

Berdasar aturan Pemprov, tugas Satpol antara lain menertibkan bangunan ilegal. "Orang udah tahu salahnya juga, maklum kan. Kita tertibkan aja," jawab Ahok.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%