detikcom
Minggu, 24/02/2013 16:11 WIB

Quick Count LSI di Bandung: Aher-Deddy Keluar Sebagai Pemenang

Tya Eka Yulianti - detikNews
Jakarta - Hasil perolehan quick count Lembaga Survei Indonesia (LSI), merilis pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar keluar sebagai pemenang. Meski data belum terkumpul 100 persen, LSI menyatakan hasil akhir tak akan jauh berbeda, dimana Aher-Dedy tetap akan mengungguli perolehan suara.

Sementara untuk posisi kedua adalah pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki dan ketiga Dede Yusuf-Lex Laksamana. "Meski belum 100 persen, tapi kami menyatakan bahwa Aher-Dedy akan memenangi Pilgub Jabar," ujar Direktur Riset, Hendro Prasetyo dalam jumpa pers di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Minggu (24/2/2013).

Hingga pukul 16.00 WIB, data masuk yang telah diterima LSI yaitu 95,33 persen dengan tingkat partisipasi 66,36 persen. Ini dia hasil perolehan suaranya:

Pasangan nomor 1 (Dikdik-Toyib)= 2,02 persen
Pasangan Nomor 2 (Yance-Tatang) = 12,01 persen
Pasangan Nomor 3 (Dede-Lex) = 25,39 persen
Pasangan Nomor 4 (Aher-Deddy) = 33,21 persen
Pasangan Nomor 5 (Rieke-Teten) = 27,37 persen

"Hasil ini termasuk mengejutkan dimana sebelumnya diprediksi yang susul menyusul adalah Aher-Dedy dan Dedy Lex, tapi kemudian Rieke muncul tanpa diperhitungkan. Ini menunjukkan satu dinamika yang luar biasa," tuturnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
30%
Kontra
70%