detikcom
Selasa, 19/02/2013 13:09 WIB

BNN Amankan 7 Kg Sabu-sabu di Medan

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan, - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tujuh kilogram sabu-sabu dalam penggerebekan di dua tempat berbeda di Medan, Sumatera Utara. Seorang pria turut diamankan dalam penangkapan ini.

Penggerebekan BNN ini berlangsung di dua tempat di Medan. Lokasi pertama di parkiran Home Sentra, Jl Gagak Hitam, Medan, Selasa (18/2/2013). Di sini diamankan lima kilogram sabu-sabu dari tersangka WD yang saat kejadian sedang berada di dalam mobil.

Dari lokasi penangkapan pertama ini, petugas kemudian melanjutkan penggerebekan ke rumah WD di Komplek Taman Setia Budi Indah, Blok VV, Nomor 147 Medan. Dari dalam mobil Honda CRV BK 1943 QU milik tersangka yang terparkir di rumah tersebut, ditemukan lagi 2 kilogram sabu.

Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar menyatakan, penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan yang dilakukan selama enam bulan. Tersangka ini merupakan anggota jaringan internasional yang sudah beroperasi lama.

“Ini jaringan internasional yang berasal dari Malaysia, masuk melalui Aceh dan kemudian ke Medan. Operasinya di wilayah Medan dan sekitarnya,” kata Iskandar.

Disebutkan Iskandar, penangkapan ini merupakan jalan untuk masuk ke penyelidikan kasus yang lain. Dari tersangka yang diamankan ini diharapkan diperoleh informasi berharga.

“Tersangka yang diamankan ini, dia adalah pengedar, bukan bandar,” kata Iskandar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ken/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%