detikcom

Selasa, 19/02/2013 09:02 WIB

Setubuhi Anak Kandung Selama 5 Tahun, Dedi Ditangkap Polisi

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Dedi Periyatna (45) tega menyetubuhi anak kandungnya selama bertahun-tahun. Tercatat sejak sang gadis 13 tahun, hingga kini berusia 18 tahun. Pengakuan sang anak, ayahnya sudah berkali-kali menyetubuhinya.

"Pelaku merupakan ayah kandung korban, saat dilakukan pemeriksaan pelaku mengaku sudah 60 kali menyetubuhi anak kandungnya dalam sebulan pelaku bisa menyetubuhi 4 sampai 5 kali," ujar Kanit PPA Mapolres Jakarta Timur, AKP Endang saat dihubungi detikcom, Selasa (19/2/2013)

Endang mengatakan korban disetubuhi oleh ayahnya semenjak berumur 13 tahun, hingga akhirnya korban beranjak dewasa dan berani mengadukan perbuatan bejat tersebut ke kakeknya.

"Saat ini korban berumur 18 tahun, Kasus ini terungkap ketika korban bercerita ke kakeknya soal perbuatan bejat ayah kandungnya," kata Endang.

Endang menceritakan dengan ditemani kakeknya korban melaporkan perbuatan ayahnya ke Unit Perlindungan Prempuan Anak (PPA) Mapolres Jakarta Timur.

"Setelah melaporkan aksi bejat ayah kandungnya korban ditemani anggota unit PPA membuat visum ke Rs Polri, berbekal bukti kuat hasil visum dan laporan korban, saya langsung memerintahkan angggota untuk menangkap pelaku alhasil pelaku tertangkap berada rumah," imbuhnya.

Endang menegaskan aksi bejat yang dilakukan Dedi kepada anak kandungnya terjadi ketika pengawasan dari orang tua lengah.

"Rupanya pelaku bekerja serabutan, ketika istrinya tidak ada dirumah pelaku langsung menyetubuhi korban, Sebenarnya peristiwa berulang kali terjadi karena lemahnya pengawasan orang tua diharapkan bagi orang tua dapat menjaga anaknya dengan baik," urainya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(edo/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%