detikcom
Rabu, 30/01/2013 21:12 WIB

Kronologi Kasus Suap Daging Sapi Impor Terkait Anggota DPR Luthfi Hasan

Moksa Hutasoit - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jakarta - KPK mengungkap kasus suap daging impor. 4 Orang dijadikan tersangka yakni AAE, JE, A Fathanah, dan anggota DPR Luthfi Hasan Ishak. KPK mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada serah terima uang. Tim KPK pun bergerak.

"Serah terima dilakukan oleh pihak yang diduga menerima proyek itu dengan salah satu orang yang dekat dengan anggota DPR," kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Berikut kronologi penangkapan itu:

Selasa (29/1)

- Siang Hari

KPK menerima informasi ada serah terima uang terkait proses impor daging. Informasi itu yakni adanya serah terima uang dari Juard Effendi dan Arya Arby Effendi dari PT Indoguna Utama ke orang dekat anggota DPR Luthfi Hasan, Ahmad Fathanah. Suap terkait izin impor daging. Saat ini daging sapi impor memang tengah dibatasi. Suap untuk memuluskan jatah keran daging impor.

Serah terima uang dilakukan di kantor PT Indoguna di Pondok Bambu. Tim KPK melakukan pemantauan di kantor itu, dan ternyata ada serah terima uang dari Juard dan Arya ke Ahmad Fathanah.Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%