detikcom
Senin, 03/12/2012 11:40 WIB

Nikah 4 Hari Bupati Garut, Dicky Chandra: Aceng Sudah Tidak Keruan

Irwan Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Bupati Garut Aceng Fikri menduga kasus pernikahan kilatnya menjadi ramai sekarang karena ada yang memolitisasi. Dia menuding ada yang bermain dan memanfaatkan isu nikah sirinya dengan Fany Octora (18). Aceng mengkaitkan dengan soal Pilkada Garut 2013 mendatang. Siapa orangnya?

Mantan wakil bupati Garut Dicky Chandra menepis dirinya yang memolitisasi kasus Aceng. Sama sekali Dicky tak berminat maju di Pilkada Garut. Dia sibuk syuting. Nah, selaku mantan pasangan Aceng, Dicky pun punya komentar atas mantan kawan seperjuangannya di Pilkada Garut ini.

"Ya saya juga dipermasalahkan, dibilang ikut campur. Tapi kalau saya tidak ikut campur juga kan dia teman saya. Saya perjuangkan juga. Jadi saya harus meluruskan dia, saya harus minta maaf juga kepada masyarakat," terang Dicky seperti dikutip Majalah detik, Senin (3/12/2012).

Dicky menilai, komentar-komentar Aceng sudah tidak jelas. Dia juga terkaget-kaget atas pernyataan Aceng di televisi. Misal, karena wajahnya yang ganteng dia pantas berbuat sesuatu.

"Sudah tidak keruan," terang Dicky yang mundur sebagai pendamping Aceng setelah 2 tahun karena merasa tidak sejalan.

Dahulu Dicky maju Pilkada Garut karena Aceng dikenal sebagai sosok sederhana. Aceng dekat dengan petani karena aktif di LSM yang mengurusi petani. Tapi akhirnya, setelah 6 bulan menjabat sebagai bupati, Aceng berubah sikap. Dicky pun pikir-pikir dan akhirnya mundur setelah 2 tahun sebagai wakil bupati.

Masih menurut Majalah detik, kasus ini mencuat setelah Fany mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPTPPA). Di lembaga itu Fany menceritakan kronologi perkenalan, pernikahan, hingga diceraikan, kepada Ketua Tim Advokasi PPTPPA. Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%