detikcom
Rabu, 29/08/2012 03:08 WIB

Polisi Telusuri Dugaan Penganiayaan Wartawan TvOne Terkait Dendam Pribadi

khairul Ikhwan D - detikNews
Foto: khairul Ikhwan
Medan - Polisi masih menyelidiki dugaan perampokan dan penganiayaan yang menimpa awak redaksi TvOne di Kabupaten Karo, Sumut, Irvan (35). Pasalnya dari mobil korban yang ditemukan, pelaku hanya membawa handycam dan ponsel korban.

"Mobil sudah ditemukan. Namun 2 barang korban berupa Handycam dan handphone yang berada di dalam mobil diambil pelaku," ujar Kapolres Karo AKBP Marcelino Sampouw kepada wartawan, Selasa (28/8/2012).

Kendati indikasi awal menunjukkan kasus ini perampokan, namun polisi tak ingin buru-buru memastikan. Pihaknya masih harus mendalami kasus ini melalui penyelidikan.

"Motifnya perampokan atau bukan, masih dalam penyelidikan. Teman-teman masih bekerja di lapangan," ujarnya.

Menurut Sampouw, Berdasarkan keterangan korban maupun keluarganya ada handycam dan handphone milik Irvan di dalam mobil saat mobil dilarikan pelaku. Tetapi Saat mobil ditemukan polisi sekitar dua kilometer dari lokasi perampokan, dua barang tersebut sudah tidak ada lagi.

Secara terpisah, Kepala Biro TvOne Medan, Linova Rifianty menyatakan pihaknya sudah mengirimkan satu tim dari TvOne ke Karo terkait masalah tersebut. Dia mengatakan, TvOne berencana memindahkan perawatan Irvan ke rumah sakit di Medan. Karena Saat ini Irvan masih dirawat di RSUD Kabanjahe, karena polisi berharap dapat meminta keterangan yang bersangkutan setelah kondisinya stabil.

"Sejauh ini belum tahu apakah kasus ini terkait liputan atau dendam pribadi. Tim kami sudah berada di sana. Kita mendesak kapolres mengungkap pelaku. Terlepas berkaitan dengan peliputan atau tidak, apa yang dialami Irvan tidak manusiawi," tukas Linova.

Irvan menjadi korban perampokan dan penganiayaan pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban melintas di Jl. Kapten Pala Bangun, Kabanjahe, Karo, dengan mobil Mitsubishi Lancer bernomor polisi BK 1416 LM warna biru milik temannya. Tiba-tiba mobilnya disalip, dan dihentikan pelaku yang gunakan mobil Hiline.

Irvan disuruh keluar kemudian dianiaya sekitar 10 pria dengan senjata tajam sehingga mengalami luka cukup serius di bagian kepala, wajah dan tangan. Usai menganiaya, para pelaku membawa kabur mobil yang Irvan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Kabanjahe atas bantuan warga. Irvan yang mendapat 15 jahitan, terutama di bagian kepala karena kasus ini.


(spt/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel