detikcom
Sabtu, 18/08/2012 15:39 WIB

35 Imigran Srilanka Terdampar di Sumut

Khairul Ikhwan - detikNews
Sibolga - Sebanyak 35 imigran asal negara Srilangka terdampar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut). Mereka berencana menuju ke Australia namun di tengah lautan kapal mereka mendadak rusak.

Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) Sumut, Jumanter Lubis, menyatakan para imigran itu kini dalam perjalanan menuju Sibolga, untuk diperiksa Kantor Imigrasi Sibolga.

"Polisi dari Polres Mandailing Natal sedang dalam perjalanan membawa mereka menuju Kantor Imigrasi Sibolga. Rencananya setelah diperiksa di Sibolga, akan dikirim ke Medan untuk ditempatkan di Rumah Detensi Keimigrasian," kata Lubis kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/8/2012).

Penanganan terhadap para imigran itu, sebut Lubis, tergantung kepada hasil pemeriksaan. Saat ini pihaknya masih menunggu para imigran itu tiba di Sibolga. Setelah itu langkah-langkah taktis akan diambil sesuai ketentuan. Berdasarkan laporan yang diterima Lubis, para imigran itu berencana ke Australia untuk minta suaka.

Informasi awal yang diperoleh, kapal pembawa imigran itu rusak dan terombang-ambing karena faktor cuaca, Jumat (17/8) kemarin. Kapal nelayan yang kebetulan melintas di sana, kemudian membawa dan menarik perahu tersebut ke kawasan Kecamatan Natal. Seterusnya para imigran itu diserahkan kepada polisi.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(rul/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%