detikcom
Sabtu, 18/08/2012 04:13 WIB

Jelang Lebaran, Masih Ada Perusahaan yang Belum Bayarkan THR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Sampai H-1 lebaran tahun 2012 ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menerima 19 pengaduan tentang keterlambatan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang terjadi berbagai perusahaan. Kemenakertrans didesak untuk memberi sanksi kepada perusahaan nakal tersebut.

"Atas pengaduan tersebut LBH Jakarta melakukan berbagai macam tindakan cepat, 4 pengaduan disampaikan langsung ke Kemenakertrans. Hasilnya 3 perusahaan tidak ada itikad untuk membayarkan THR tanpa alasan yang dibenarkan oleh ketentuan hukum di bidang ketenagakerjaan, dan 1 perusahaan berjanji akan membayarkan THR pada tanggal 27 Agustus 2012 usai lebaran," kata pengacara publik LBH Jakarta, Maruli Tua S dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu (18/8/2012).

Pengaduan juga disampaikan langsung ke perusahaan masing-masing. Sejumlah perusahaan berjanji akan membayarkan THR para buruh sebelum lebaran.

"Dari 19 pengaduan THR yang diterima oleh LBH Jakarta, jumlah buruh yang terancam tidak dapat THR sebanyak 313 buruh dengan wilayah kerja para buruh mayoritas Jakarta dan Tangerang, " katanya.

Menurut Maruli, permasalahan THR ibarat luka yang tidak dapat sembuh. "Semestinya hal ini tidak perlu terjadi, jika Pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mampu melacak akar masalah dari THR, kemudian memberikan obat yang tepat. Maka permasalahan THR tidak terulang lagi. Dengan begitu Kemenakertrans dan jajarannya tidak usah membuka posko THR setiap tahunnya. Yang seolah-olah Kemenakertrans dan jajarannya tugasnya hanya mengurusi THR,"tegasnya.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(van/edo)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close