detikcom
Selasa, 31/07/2012 15:14 WIB

Tim Penyidik KPK Setia Tunggu Dokumen yang 'Tersandera' di Korlantas

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Sejumlah penyidik KPK sudah beranjak pergi meninggalkan Gedung Korlantas Polri di Cawang, Jakarta Timur. Tapi ada juga yang ditugaskan untuk bertahan di sana. Ada apa?

Sebuah tim secara khusus, memang diminta menjaga tumpukan kardus dokumen yang sudah disegel. Dokumen itu tidak bisa keluar dari Gedung Korlantas Polri alias 'tersandera'.

"Ini dokumen penting," bisik sumber detikcom di kalangan penegak hukum yang enggan disebutkan namanya, Selasa (31/7/2012).

KPK tak mau kecolongan. Data itu berisi soal proses pengadaan simulator SIM serta data-data lainnya yang penting. Dikhawatirkan ada pihak-pihak yang mengganggu dokumen-dokumen itu.

Penyidik KPK berada di Korlantas Polri sejak Senin (30/7) sore. Mereka pun berbuka puasa dan sahur di lokasi. Karenanya, sebagian penyidik KPK yang lain ada yang pulang dan beristirahat lebih dahulu.

Sebenarnya dokumen itu hanya tinggal diangkut saja. Tapi ya itu tadi, dokumen tidak diperkenankan keluar dari area Korlantas. "Belum tahu sampai kapan di sana," tutur penegak hukum itu.

Pihak Mabes Polri sebelumnya sudah membantah soal adanya kasus penyaderaan atau pun menghalang-halangi penyidik KPK itu. "Bukan menghalang-halangi, tapi karena kami juga masih menangani kasus tersebut," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Drs Anang Iskandar.


(ndr/asy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel