"Demi kelancaran penyikan, saya siap dimintai keterangan di Singapura," kata Ayin lewat pesan singkatnya yang diterima detikcom, Kamis (19/7/2012).
Ayin siap untuk memberi keterangan kepada penyidik terkait perkara suap tersebut. Ia ingin supaya kasus ini bisa cepat selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, KPK membuka peluang untuk mengirimkan penyidik ke Singapura untuk memeriksa Ayin. "Kemungkinan itu bisa," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.
KPK sudah memastikan jika Ayin memang tengah di rawat di sebuah rumah sakit di Singapura. "Kami sudah dapat konfirmasi bahwa yang bersangkutan sedang sakit di Singapura," tandasnya.
Ayin sudah ada di Singapura sejak 22 Juni lalu. Bulan lalu Ayin mengaku mengalami sakit di bagian leher. Untuk mengeceknya, Ayin pun terbang ke Singapura.
Senin (16/7) kemarin, Ayin seharusnya akan dperiksa sebagai saksi dalam kasus suap Bupati Buol, Amran Batalipu. Namun karena Ayin mengaku sakit, pemeriksaan pun batal dilakukan.
Dalam kasus suap ini, KPK sudah mencegah tujuh orang mulai dari Direktur PT Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo, Sukirno, dan Kirana Wijaya. Dari PT Cakra Cipta Murdaya, Siti Hartati Murdaya, Bupati Buol Amran Batalipu dan 3 orang dari PT HardayaInti Plantations lainnya yaitu Benhard, Arim dan Seri Sirithorn.
KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka terkait kasus Buol ini. Diduga Bupati Buoldiberi suap oleh Yani Ansori dan Gondo Sujono. Kedua nama terakhir adalah pegawai PT Hardaya Inti Plantations.
(mok/aan)