Detik.com News
Detik.com
Selasa, 05/06/2012 17:18 WIB

TNI AL Akan Miliki Kapal Perang Penghancur Rudal Senilai Rp 1,98 T

Salma Muslimah - detikNews
Jakarta - TNI Angkatan Laut terus memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memperkuat pertahanannya dalam menjaga perbatasan wilayah Indonesia. Melalui Kementerian Pertahanan, TNI AL akan memiliki sebuah kapal tempur penghancur rudal.

"Untuk memperkuat Alutsista dijajaran TNI AL guna mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. Juga diperlukan untuk memberikan deterrent effect (efek gentar) terhadap pihak manapun yang akan mengganggu. Kedaulatan dan keutuhan wilayah," ujar Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan Mayjen Ediwan Prabowo.

Hal itu dikatakan usai penandatanganan kontrak pengadaan 1 unit kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 dengan Damen Schelde Naval Shipbiulding (DSNS) Belanda di gedung Baranahan, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (05/06/2012).

Ediwan mengatakan kapal seharga USD 220 juta atau Rp 1.98 triliun ini akan dilengkapi sistem anti serangan udara, anti serangan kapal selam dan anti serangan kapal atas air. Kapak tersebut memiliki lebar 14 meter dengan tinggi 3,7 meter. Kapal bisa menampung 120 orang dan melakukan perjalanan 20 hari tanpa henti dengan kecepatan 28 knot.

"Rencananya kapal rancangan Belanda ini akan dibangun di tiga tempat dan bekerjasama dengan PT. PAL Indonesia," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%