Minggu, 03/06/2012 10:14 WIB
Tips Backpacker di Raja Ampat
Raja Ampat (Foto: Fajar/detikcom)
Namun ternyata, wisata ala backpacker juga bisa diterapkan di Raja Ampat. Meski masih berada di level mahal, namun pengeluaran bisa jauh ditekan.
Berdasarkan data dari dinas pariwisata Kabupaten Raja Ampat, memang masih sangat sedikit wisatawan yang datang ke tempat ini dengan memilih gaya backpacker. Dari 8400 turis yang datang pada 2011, kurang dari lima persen di antaranya yang melancong dengan metode 'sandal jepit'.
Namun ternyata biaya perjalanan di Raja Ampat bisa ditekan sedemikian rupa, tanpa mengurangi esensi pesona dari kawasan yang biasa disebut the four king ini. Dan 'jalur hemat' ini juga tengah digalakkan Dinas Pariwisata Raja Ampat. Tips utama untuk menekan pengeluaran adalah: pergilah bersama-bersama sekitar 10 orang rombongan.
Untuk penerbangan ke Raja Ampat, merupakan salah satu titik yang sulit ditekan pengeluarannya. Akan tetapi jika Anda sabar dan jeli, Anda bisa mendapatkan paket promo dari maskapai penerbangan.
Karena akses dan akomodasi yang masih sangat terbatas, untuk Anda yang ada di wilayah Indonesia barat atau tengah, Anda bisa harus melakukan penerbangan terlebih dahulu ke Sorong dengan transit sebelumnya di Makkasar atau Manado. Tarif rata-rata di hari normal dari Jakarta ke Sorong Rp 1,8 juta.
Dari Bandara Sorong, Anda bisa menyewa angkutan atau menggunakan ojek ke Pelabuhan Sorong dengan menempuh jalanan aspal di pinggiran kota sejauh sekitar 10 Km. Dari pelabuhan Anda bisa menggunakan sejumlah alternatif seperti kapal Marina Express (sekitar Rp 140.000) dan kapal motor kayu.
Kapal jenis terakhir tarifnya 100 ribu. Dua kapal ini bertolak dari pelabuhan Sorong setiap jam 14.00 setiap harinya ke Waisai, wilayah yang menjadi pusat pemerintahan Raja Ampat.
Di Waisai, turis-turis kelas eksekutif yang ikut paket tour akan menginap di resort-resort mewah yang berada tak jauh dari sana. Nah, di titik ini Anda dapat menekan pengeluaran begitu dalam. Bersama dengan rombongan, Anda bisa menginap di homestay-homestay yang ada di Waisai.
Tarifnya sekitar 190 ribu-300 ribu. Berdasarkan pengalaman detikcom dan rombongan yang pernah menginap di salah satu homstay di Waisai, Anda tidak perlu mencari penginapan yang menyediakan AC atau TV. Listrik di wilayah ini sangat sering mati dan kebanyakan hanya selama 6 jam disambangi listrik setiap harinya.
Anda bisa mendapatkan harga yang lebih murah lagi kalau menginap di rumah penduduk setempat. "Banyak warga yang menawarkan dan harganya akan lebih rumah, tapi harganya berapa ya tergantung nego dengan penduduk," tutur Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo di Kepulauan Wayag Raja Ampat, Sabtu (2/6/2012) malam.
Esok harinya, tentu agenda selanjutnya adalah berkeliling menikmati kepulauan Raja Ampat mengguakan perahu. Tarifnya cukup mahal, berkisar antara enam sampai belasan juta, karena mahalnya harga bahan bakar di Papua serta luasnya lintasan tempuh di berbagai Wahana di Raja Ampat.
"Setiap perjalanan itu minimal menghabiskan 300 liter bensin. Satu liter bensin di sini Rp 10 ribu. Tinggal kalikan saja berapa harga minimalnya. Itu masih bahan bakar, belum sewa kapalnya. Paling mahal di sini memang pada akomodasi," ujar Yusdi.
Meski mahal, Anda bisa kembali melakukan penekanan harga secara optimal di titik ini. Jika turis kelas eksekutif biasa melakukan perjalanan berdua atau hanya dengan kelompok kecil saja menggunakan boat yang mewah, maka tentu Anda yang datang secara berombongan dapat menekan pengeluaran.
Selain itu Anda bisa menyewa longboat kayu milik warga dengan kapasitas sekitar 10 orang untuk mendapatkan harga termiring.
"Yang naik satu atau 10 orang kan bayarnya sama saja. Makanya datang berombongan akan membuat harga lebih mura," tukas Yusdi memberi saran.
Dengan longboat kayu milik warga setenpat itu Anda dapat bergerak menuju kepulauan Wayag dengan waktu tempuh sekitar empat jam. Untuk diketahui sesampainya Anda di Wayag, wilayah ini sama sekali tidak terjangkau jaringan seluler.
Sebaiknya, anda mengabari kerabat dekat atau sanak saudara terlebih dahulu selama masih di Waisai. Di Wayag Anda akan disuguhi formasi batuan karst yang begitu memikat, dipadu dengan pesona keindahan bawah laut.
Tempat penyandang gelar pemilik keanekagaragaman hayati terlengkap di dunia ini siap membuat Anda selalu tersenyum dalam perjalanan pulang.
(fjp/fdn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
812 share this. -
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
614 share this. -
Duh! Gadis 16 Tahun di Australia Diperkosa Bergiliran oleh 3 Pria
570 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
527 share this. -
Ini 3 Hakim Agung yang Kalahkan Konglomerat Swedia Pemilik IKEA
418 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 22:31 WIB
Otoritas Bandara Selidiki Malaysia Airlines yang Hampir Salah Mendarat
-
Senin, 20/05/2013 22:24 WIB
Kemenkum Upayakan Tingkatkan Anggaran Kesehatan untuk Napi
-
Senin, 20/05/2013 22:14 WIB
Selisih 23 Suara, Romi-Harno Menangkan Kursi Wali/Wawali Kota Palembang
-
Senin, 20/05/2013 21:34 WIB
Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi Seorang Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 21:23 WIB
Polisi Tangkap Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi
-
Senin, 20/05/2013 21:34 WIB
Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi Seorang Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 21:23 WIB
Polisi Tangkap Pelaku yang Diduga Potong Alat Kelamin Abdul Muhyi
-
Senin, 20/05/2013 20:27 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Hampir Salah Mendarat di Bandara Kuala Namu
-
Senin, 20/05/2013 22:07 WIB
Selisih 23 Suara, Romi-Harno Menangkan Kursi Wali/Wawali Kota Palembang
-
Senin, 20/05/2013 21:09 WIB
Warga Klender Minta Jokowi Selesaikan Sengketa Tanah di Gusti Ngurah Rai
-
Senin, 20/05/2013 20:59 WIB
Dirjen Pajak Minta KPK Usut Pengakuan Tersangka Suap Eko Darmayanto
-
Senin, 20/05/2013 22:31 WIB
Otoritas Bandara Selidiki Malaysia Airlines yang Hampir Salah Mendarat
-
Senin, 20/05/2013 19:23 WIB
KPK: Data Oknum PKS yang Terima Dana dari Fathanah Akan Dibuka di Sidang
-
353 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
214 Komentar
-
208 Komentar
-
206 Komentar
-
201 Komentar
-
174 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 17:00 WIB
Dituding Singkap Rok Siswi SD, FS Mengaku Bantu Bukakan Sepatu
-
Senin, 20/05/2013 16:41 WIB
Terkait Fathanah, Tri Kurnia Kembalikan Uang Rp 400 Juta ke KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

