detikcom
Senin, 07/05/2012 14:16 WIB

KNKT: Kelalaian Pilot, Penyebab Jatuhnya Pesawat Merpati MA 60 di Kaimana

Rivki - detikNews
Merpati MA-60
Jakarta - Masih ingat dengan insiden jatuhnya pesawat Merpati jenis MA-60 di Teluk Kaimana, Papua Barat 1 tahun lalu? Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya menyelesaikan investigasi terhadap kecelakaan pesawat Merpati tersebut yang terjadi 7 Mei 2011 silam. Hasilnya, kecelakaan itu disebabkan kelalaian pilot.

"Disebabkan karena faktor kordinasi pilot dengan awak pesawat," kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, saat jumpa pers di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Menurut Tatang, saat kecelakaan tersebut jarak pandang hanya 2 kilometer. Namun, pilot menggunakan sistem Visual Flight Rules (VFR). Padahal dalam kondisi itu tidak memenuhi syarat untuk gunakan sistem tersebut.

"Penyelidikan mendapatkan pesawat diterbangkan dengan menggunakan aturan VFR, dan dalam kondisi jarak pandang itu, tidak memenuhi syarat," ungkapnya.

Saat disinggung soal kelayakan pesawat Merpati buatan Cina tersebut, Tatang menyangkal. Menurutnya, pesawat jenis MA 60 buatan Xian Air Craft tersebut tidak bermasalah.

"Pesawat memenuhi standar, mereka ada sertifikat, dan tidak ada tanda-tanda kerusakaan pesawat. Kesalahan banyak dari pengendalinya saja," pungkas Tatang.

Tatang mengatakan kalau KNKT juga telah mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi kepada pihak Merpati. Dan meminta agar perusahaan Xian Air Craft mengeluarkan pedoman manual dalam bahasa Inggris

"Selain itu kedua pilot juga memiliki jam terbang yang sedikit. Kita rekomendasikan PT Merpati Nusantara untuk meningkatkan manajemen pelatihan," paparnya.

Sebelumnya pesawat Merpati jenis MA 60 dengan nomor penerbangan MZ-8968 jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, pada 7 Mei 2011. 26 Orang penumpang termasuk 2 pilot dan 2 awak kabin tewas.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%