detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 11:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 21/02/2012 15:25 WIB

Ancam Sebar Foto Syur Seorang WNA, Eks PNS Ditangkap Polisi

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Mabes Polri menangkap seorang bekas PNS asal Jateng karena melakukan pembajakan email milik seorang warga negara asing. Bukan hanya itu, pelaku berinisial BA (32), ini berupaya memeras dan mengancam menyebarkan foto-foto syur korbannya ke publik.

"Bila korban tidak menyerahkan uang Rp 500 juta kepada tersangka, maka foto-foto pribadi korban akan disebarluaskan melalui twiter, online," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, Selasa (21/2/2012).

Penangkapan bermula dari laporan seorang WNA pada 6 Februari 2012 ke Direktorat Khusus Cyber Crime Mabes Polri. Korban mengaku akun email yang dimilikinya dibajak oleh orang tidak dikenal.

"Yang bersangkutan juga mengaku diancam orang tidak dikenal," papar Saud yang didamping Kanit I Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Khusus, Kombes Pol Tommy Watuliu.

Polisi kemudian mulai melacak. Dari petunjuk yang terlacak itu, polisi dalam waktu 2 hari menangkap eks PNS tersebut di Wonosobo.

"Dari pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya," jelas Saud.

Di tempat sama Tommy menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan cara mencari secara acak email korbannya. Tersangka kemudian membajak email tersebut lalu mengirimkan pesan kepada korban melalui akun lain email korban.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/nal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%