Bambang Soesatyo: Survei JK Lebih Populer dari Ical Bentuk Adu Domba
Kamis, 16/02/2012 09:08 WIB
foto: detikcom
Jakarta
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo merespons keras hasil survei yang menempatkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK) di atas Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie (Ical). Survei ini dipandang sebagai bentuk adu domba politik.
"Saya mengendus ada motif busuk dari survei CSIS. Saya pastikan Golkar tidak akan terpengaruh adanya upaya-upaya adu domba yang memakai kedok atau modus survei," protes Bambang. Hal ini disampaikan Bambang kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).
Golkar, menurut Bambang, tak akan mempercayai hasil survei dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang terakhir. Karena survei sebelumnya saja dipandang tidak tepat.
"Dari hasil survei CSIS kemarin yang menempatkan Partai Demokrat nomor satu saja itu sudah janggal. Tidak percaya? Silakan kita lakukan survei kecil-kecilan saja. Tanya orang-orang yang anda temui di mal, di jalan, di desa atau perkantoran, apakah masih akan memilih Partai Demokrat?" ujar Bambang.
Sementara itu, lanjut Bambang, capres Golkar baru akan dimunculkan awal tahun 2013. "Ada semacam fatsun di Golkar. Kita semua satu komando. Yaitu ketua umum Ical, Akbar dan JK adalah satu," tandasnya.
Survei CSIS menunjukkan hasil mengejutkan. Salah satunya, Aburizal Bakrie yang selama ini digadang-gadang Golkar maju di pemilu 2014 justru 'dikalahkan' mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK).
Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK 5,6 persen, sementara yang mendukung Ical 'hanya' 5,2 persen.
Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. 84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal Aburizal Bakrie.
Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
(van/nvt)
"Saya mengendus ada motif busuk dari survei CSIS. Saya pastikan Golkar tidak akan terpengaruh adanya upaya-upaya adu domba yang memakai kedok atau modus survei," protes Bambang. Hal ini disampaikan Bambang kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).
Golkar, menurut Bambang, tak akan mempercayai hasil survei dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang terakhir. Karena survei sebelumnya saja dipandang tidak tepat.
"Dari hasil survei CSIS kemarin yang menempatkan Partai Demokrat nomor satu saja itu sudah janggal. Tidak percaya? Silakan kita lakukan survei kecil-kecilan saja. Tanya orang-orang yang anda temui di mal, di jalan, di desa atau perkantoran, apakah masih akan memilih Partai Demokrat?" ujar Bambang.
Sementara itu, lanjut Bambang, capres Golkar baru akan dimunculkan awal tahun 2013. "Ada semacam fatsun di Golkar. Kita semua satu komando. Yaitu ketua umum Ical, Akbar dan JK adalah satu," tandasnya.
Survei CSIS menunjukkan hasil mengejutkan. Salah satunya, Aburizal Bakrie yang selama ini digadang-gadang Golkar maju di pemilu 2014 justru 'dikalahkan' mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK).
Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK 5,6 persen, sementara yang mendukung Ical 'hanya' 5,2 persen.
Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. 84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal Aburizal Bakrie.
Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
(van/nvt)
Baca Juga
- Akbar: Kalau Elektabilitas Ical Rendah, Konvensi Capres Solusinya
- Survei Capres CSIS Ical di Bawah JK, Golkar Tak Risau
- Elektabilitas JK Ungguli Ical
Nurul Arifin: Ical Masih Capres Terkuat Golkar - Sejumlah Kader Golkar Disebut Wa Ode, Ical: Silakan Diproses Apabila Ada Bukti
- Survei CSIS: Ical 'Bertekuk Lutut' pada JK
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 11:55 WIB
Priyo: Denny Harus Hormati Yusril Sebagai Advokat Profesional
-
Selasa, 22/05/2012 11:40 WIB
'Dicoret' Golkar, JK Siap Maju Jadi Capres Lewat Partai Lain
-
Selasa, 22/05/2012 11:30 WIB
Wanita Penerima Paket Ganja dari Belanda Dibekuk
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Priyo: Polri Harus Bertindak Tegas Terhadap Kelompok Pengancam
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
