detikcom
Selasa, 08/12/2009 18:20 WIB

Tiap 40 Detik, 1 Orang di Dunia Tewas Bunuh Diri

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - WHO menyebutkan jika dalam satu tahun, 1 juta orang tewas akibat bunuh diri atau 1 orang setiap 40 detik. Angka ini setara dengan angka kematian global sebanyak 16 jiwa per 100 ribu orang.

"Sayangnya tidak ada data yang spesifik untuk Indonesia," kata psikolog Universitas Bina Nusantara Reza Indragiri Amriel kepada detikcom, Selasa, (8/12/2009).

Pernyataan Alumnus Psikologi Forensik The University of Melbourne ini menanggapi banyaknya orang bunuh diri di Jakarta belakangan ini. Menurutnya hal tersebut secara tidak langsung pertanda mewabahnya problem psikis dengan derajat yang serius. Meski demikian, perlu digali masalah-masalah yang bersifat fundamental seperti kemungkinan akar traumatis-individu.

"Faktanya, depresi yang berlanjut dengan bunuh diri mencakup gangguan suasana hati atau mood disorders dengan berbagai variasinya. Bahkan, 90 % dari keseluruhan aksi bunuh diri didahului oleh gangguan-gangguan mental tersebut," ungkap psikolog yang menangangi kasus Ryan, Jagal dari Jombang.

Menurut data WHO untuk 2009 menyebut bunuh diri sebagai problem yang kompleks yang melibatkan faktor psikologis, sosial, biologis, budaya, dan lingkungan.

Bunuh diri secara umum bukanlah tindakan spontan yang didorong oleh sikap-laku impulsif. Tindakan bunuh diri adalah ujung akhir dari problem psikologis yang berawal dari benih, berkecambah, tumbuh besar, hingga akhirnya tak lagi dapat diatasi.

"Depresi adalah masalah kronis, begitu istilah ilmiahnya. Akal menjadi pendek, hati menjadi keruh, sanak kerabat semakin terasa jauh.Maka, bunuh diri seyogianya dapat dicegah," urainya.

Menurut temuan WHO tersebut, di Asia berbeda dengan bunuh diri di belahan negara lain. Di Eropa-Amerika, depresi dan penyalah-gunaan alkohol sebagai penyebab dominan bunuh diri. Sedangkan di Asia justru lebih dikarenakan oleh impulsivitas. Rangsangan kecil, contohnya menonton media, dapat mendorong bunuh diri sebagai produk sikap-laku impulsif.

"Jadi,berhati-hatilah. Siapapun, termasuk kita, berpotensi besar bunuh diri, hilang nyawa, tiada guna," pungkasnya.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%